DOKTER AHLI BEDAH USUL RS BANTAENG JADI RUJUKAN

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah dan Ketua Departemen Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Unhas Dr dr Warsinggih Sp.B.KBD saling tukar cinderamata pada malam ramah tamah di Tribun Pantai Seruni. Dokter ahli bedah yang berjumlah 100-an melakukan rapat kerja di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar itu.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah dan Ketua Departemen Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Unhas Dr dr Warsinggih Sp.B.KBD saling tukar cinderamata.

Bantaeng, 18/10-2014 – Sebanyak 100-an orang dokter ahli bedah se Sulsel melakukan rapat kerja (Raker) di kawasan wisata Pantai Marina Kabupaten Bantaeng.

Raker yang juga diikuti sejumlah dokter senior seperti Prof Dr dr Haeruddin Razak S.Pb, Sp.OT tersebut menyusun sejumlah program, termasuk usulan untuk menjadikan Rumah Sakit (RS) Prof Dr Anwar Makkatutu menjadi RS rujukan di bagian selatan Sulsel.

‘’Bila RS ini sudah resmi menjadi rujukan, para dokter ahli bedah bersama dokter lainnya akan all-out membantu memajukan RS yang menjadi kebanggaan masyarakat selatan-selatan,’’ kata Dr dr Singgih Sp.B.KBD.

Ketua Departemen Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Unhas Dr dr Warsinggih Sp.B.KBD mengatakan hal itu pada malam ramah tamah Pemda Kabupaten Bantaeng dengan rombongan para dokter bedah tersebut di Tribun Pantai Seruni, Jum’at (17/10) malam.

Malam ramah tamah yang ditandai saling tukar cinderamata itu juga diikuti para dokter bedah ortopedi, bedah digestif, bedah ongkologi, bedah syaraf, residen (dokter yang mengambil spesialis) bersama keluarga.

Raker yang mengambil tempat di Bantaeng juga dimaksudkan melihat langsung perkembangan daerah berjuluk Butta Toa ini sebab sebagian dokter yang hadir juga pernah mengabdi di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar, ibukota provinsi Sulsel.

‘’Sengaja kami mengambil lokasi di Bantaeng untuk melihat kondisi Bantaeng sekarang. Sebagian dokter juga baik yang pernah bertugas hanya mengetahui kondisi Bantaeng yang dulu,’’ urainya.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyambut baik pilihan para dokter ahli bedah melakukan Raker di Bantaeng. ‘’Bantaeng sekarang bukanlah Bantaeng yang dulu. Sekarang sudah tidak malu-maluin,’’ ujarnya.

Banyak produk pertanian yang sudah berorientasi ekspor, terutama talas (satoimo) dan daikong. ‘’Talas masih diekspor dalam bentuk setengah jadi dan hingga kini masih terus dikembangkan hingga ke daerah, bahkan provinsi lain di Indonesia,’’ jelasnya.

Produk pertanian ditunjang pupuk yan diproduksi bekerjasama BPPT. Demikian pula di bidang perkebunan dan berbagai komoditi lainnya.

Menurut Nurdin Abdullah, Indonesia sangat luar biasa, tinggal bagaimana mengelolanya. ‘’Bantaeng beruntung karena dapurnya berada di Unhas sehingga banyak komoditi yang bisa dikembangkan dan ditingkatkan produksinya,’’ tambah Nurdin.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullan menyambut baik usulan menjadikan RS Prof Anwar Makkatutu menjadi pusat rujukan di bagian selatan Sulsel.

Pemda sendiri telah menyiapkan apartemen untuk para dokter. ‘’Meski APBD kita kecil namun sejumlah infrastruktur juga bisa dibangun. Kita membuktikan, bahwa uang bukanlah factor utama untuk berbuat, tetapi yang terpenting adalah inovasi, kepemimpinan dan keteladana,’’ urainya.(yd/hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *