Donny & Prass Lengkapi Album Religi

Donny dan Prass Audiensi band
Donny dan Prass Audiensi band

SETIAP menjelang  Ramadhan, bak Jamur dimusim hujan banyak  bermunculan album religi.  Sayangnya, dari sederet lagu-lagu bernuansa Islami tersebut, hanya sedikit yang tetap bertahan dan enak didengar sepanjang masa seperti lagu-lagu milik grup Bimbo, Wali, Ungu, Chrisye, Opick dan beberapa penyanyi lain masih bisa dihitung dengan jari. Nah berbekal pengalaman menggarap musik religi Sam – Acil – Iin Parlina bersaudara duo adik kakak Donny & Prass Audiensi Band melansir  Album Religi 2014  mengandalkan singgel Nikmatnya Idul Fitri.

“Semoga delapan  lagu religi baru lantunan Mas Prass yang musiknya saya garap lebih segar tanpa nuansa Timur Tengah ini, bisa melengkapi bahkan menggantikan lagu-lagu religi lama. Dan  kerap diputar ulang  radio dan televisi maupun mal-mal pada saat Ramadhan maupun Idul Fitri 1435 H nanti,” harap Donny Hardiono bersama Prass kepada RB.Com di  DSS Studio DSS  Pesanggrahan Permai Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Berkait upaya melahirkan lagu-lagu kekinian yang segar dan enak didengar sepanjang masa, lanjut Donny – pianis serta keyboardis sekaligus pimpinan Audiensi band dan manajer Krakatau band itu, tak seperti grup Bimbo yang dominan menggunakan nada Minor, pihaknya justru banyak menggunakan nada Mayor. Dan demi kesempurnaan aransmen musik sederhana pihaknya menggandeng musisi Hendri Lamiri (Biola)  Herry Uban (drums), Raga Jiwanda (gitar akustik), Noldy Benyamin (gitar akustik dan elektrik) juga Armen (rebana dan saluang). Plus penata rekam Edi Koesworo dan Agi Hardono (master engineer)  “Aransmen musik pengiring sengaja dibikin sederhana, tidak ribet dan minimalis pada beberapa lagu. Maklum, suara Mas Prass sudah sangat berkarakter,” ujar Donny yang bersama Prass terkenal di blantika musik nasional sebagai dou bersaudara asal Malang  lewat album “Di Atas Bukit Sunyi” dan  Putihnya Sebuah Hati nsiran 1982 serta Cantik  1985.

– Hajar Aswad –

      Menyinggung kenapa baru sekarang melansir album religi, Prass – vokalis dan gitaris Audiensi band kelahiran Malang, 27 Januari 1956 ini kontan  menunjuk terciptanya lagu Hajar Aswat  terinspirasi ketika dirinya melaksanakan ibadah Umroh tahun 2007 silam.

“Lirik lagu  bernarasi tentang kerinduan untuk  kembali  ke Tanah Suci  lahir menyusul keberhasilan saya menyentuh Hajar Aswad tanpa mengikuti pusaran maha dahsyat jutaan ummat Islam. Melainkan, melalui jalan memotong. Setelah lagu tersebut direkam dan banyak disukai pasca di up-load di sosial media tahun 2012, maka mengalirlah lagu religi lain hingga menjelma jadi album releigi. Bahkan  saat ini, saya dan Donny sudah bersiap mematangkan beberapa lagu religi untuk direkam dan diedarkan tahun depan,” ungkap Prass berpotensi menjadi penyanyi religi idola baru berkat Timbre suaranya berkarakter  Melodius dalam mengusung lagu sederet lagu karya sendiri : Aku Rindu Nabiku, Janji Surga,  Allah Maha Besar, Suara Hati, Hembuskan dan Pagi. * (naskah dan foto – ata)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *