Dosen Dituntut Mengamati Perubahan Masyarakat

Rony Herison, SE, M.S
Rony Herison, SE, M.S

Makassar.RBC. Seorang  dosen, dituntut harus mengikuti arah perkembangan dan perubahan dari masyarakatnya. Mengamati perubahan itu, menjadi tugas dan tanggungjawabnya untuk mencarikan solusi dan jalan terbaik agar perubahan tersebut mengarah kepada peningkatan kualitas dan harkat hidup dari masyarakat. Demikian ditegaskan Dosen Diperbantukan Kopertis IX  (DPK) di STIE AMKOP Makassar, Rony Herison, SE, M.Si  di kampusnya, Senin 13 April 2015.

        Dijelaskan, tugas mengamati perubahan itu dilakukan dengan pendekatan akademik yakni memperkuat penelitian dan pengabdian pada masyarakat. “Menggeluti dunia kampus  senantiasa diasah dengan melakukan penelitian sesuai kaidah pengembangan ilmu pengetahuan serta memperbanyak melakukan pengabdian  kepada masyarakat, tandas magister ekonomi keuangan PPs-UNHAS ini.

       Civitas akademika dalam mengawal dan merawat proses dinamika kehidupan kampus menjadi marwah penjaga akademik. Posisi demikian baru dapat diemban jika proses pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi berjalan secara baik dan benar, tegas anak blasteran Bugis dan Batak ini.

        Pilihan profesi menjadi seorang dosen setiap saat harus senantiasa menambah pengetahuan dan keterampilan. Memperoleh informasi pengetahuan terbaru itu  maka menugnjungi toko  buku menjadi langganan di akhir pekan. “Apalagi kampus tempat mengajar saya sangat dekat dengan lokasi toko buku tersebut,” tutur pria kelahiran Jakarta 12 April 1971 ini.

       Toko buku yang jadi langganan itu sudah akrab  dengan penjaganya, ketika muncul sang penjaga itu  langsung menyodorkan buku-buku manajemen dan perkembangan ilmu ekonomi serta buku-buku ilmu politik dan pemerintahan. “Setiap kali ke toko buku maka minimal satu atau dua judul akan menambah koleksi buku di perpustakaan pribadi di rumahnya,” kata Rony panggilan akrabnya.

         Mantan Ketua Forum Dosen Muda Kopertis IX Sulawesi ini, termasuk pribadi yang terbuka dan hangat. Mudah bergaul dan menyamakan semua orang. Disela rutinitas meniti karier selaku tenaga dosen, dia masih menyisahkan waktu membangun relasi dan pertemanan dengan menjadi pengunjung rutin warung-warung kopi. Biasanya sebelum masuk mengajar di kampusnya, singgah ngopi sekitar setengah jam kemudian melanjutkan masuk ke kelas.

       “Menjadi pengunjung warkop, mendapatkan begitu banyak informasi dan setiap saat menambah relasi dan pertemanan yang baru, “ungkap mantan dosen AMIK Rizky Makassar ini. (ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *