Dosen Indonesia Masih Jauh Tertinggal

Drs.H.Abdullah Rachim, M.Si,
Drs.H.Abdullah Rachim, M.Si,

Makassar.RBC. Program pengembangan profesionalisme dosen dalam upaya peningkatan kualitas perguruan tinggi, baik itu  PTN maupun PTS di Indonesia,  belum menampakkan hasil yang memuaskan. Malah masih memprihatinkan, meskipun itu sudah berlangsung hampir empat dekade. “Namun tidak bisa dipungkiri beberapa PTN maupun PTS di Indonesia masuk dalam daftar perguruan tinggi terbaik di dunia, namun urutannya masih sangat jauh,”  ungkap dosen Program Pascasarjana Universitas Satria Makassar, Drs.H.Abdullah Rachim, M.Si, Selasa 3 Pebruari 2015.

       Dijelaskan, menurut data Litbang Kemendiknas  di Indonesia jumlah dosen mencapai 240 ribu orang, baru sekitar 15 persen bergelar doktor. Sementara jika dibandingka perguruan tinggi yang ada di Malaysia, Singapura dan Philipina, jumlah dosen yang telah bergelar doktor sudah mencapai 60 persen lebih.

“Data Ini  telah menunjukkan kalau dosen perguruan tinggi di Indonesia untuk tingkat ASEAN saja  masih jauh ketinggalan, belum lagi jika disandingkan negara maju, seperti Amerika misalnya, pengembangan profesionalisme dosen sudah mendapatkan perhatian sejak pertengahan tahun 60-an,”tandas kandidat doktor sosiologi politik Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar ini.   

        Mantan aktifis mahasiswa di zamannya ini, mengkritisi tiga hal sekaligus dianggap menjadi permasalahan pengembangan profesionalisme dosen selama ini. Pertama,  minat sebagian besar dosen untuk terus membaca dan melakukan riset ilmiah di bidang keilmuannya sudah menurun. Mereka sudah merasa puas dengan gelar Doktor atau Ph.D, dan mereka sudah tidak sibuk lagi dengan kegiatan penelitian ilmiah  yang telah menjadi tugas pokok mereka.

Kedua, tidak sedikit pula para dosen yang beranggapan bahwa tugas utamanya hanya menyampaikan pengetahuan atau menugaskan penelitian ilmiah kepada para mahasiswa. Kemudian sering pula tidak menyadari kalau dirinya itu adalah seorang pendidik, dimana di pundak mereka telah memikul tanggungjawab yang begitu besar  dalam mendidik mahasiswa, baik dari sisi keilmuan, mental, cara berpikir, cara berperilaku dan sebagainnya. Dan hal yang ketiga adalah, banyak dosen yang menghindarkan diri dari tugas utamanya sebagai pendidik, tegas magister komunikasi PPs-UNHAS ini.

Jalan keluar  dari ketertinggalan yang dialami dosen perguruan tinggi di Indonesia saat ini, sedikitnya ada empat kompetensi  harus dimiliki. Pertama, seorang dosen harus mempunyai kompetensi pedagogis atau punya kemampuan dalam mengelola pembelajaran. Kedua, seorang dosen harus memiliki kompetensi kepribadian atau standar kewibawaan,  kedewasaan dan keteladanan. ketua BPM FPIPS IKIP Ujungpandang periode 1982-1984

Sedangkan kompetensi ketiga, seorang dosen harus memiliki kompetensi professional atau kemampuan untuk menguasai content dan metodologi pembelajaran. Serta komptensi yang keempat adalah, kompetensi social. Seorang dosen harus bisa melakukan komunikasi  social, baik itu dengan mahasiswa maupun dengan masyarakat luas, tandas sekretaris Lembaga Penjaminanan Mutu Universitas Satria Makassar ini.(ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *