DR. H. Abd. Rasyid Masri: Menulis Sejarah Menuju Fakultas Bermartabat

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar,  DR. H. Abd. Rasyid Masri, S.Ag., M.Pd., M.Si.,M.M, saat diwawancarai di ruang kejanya. (foto:ist)
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar,DR. H. Abd. Rasyid Masri, S.Ag., M.Pd., M.Si.,M.M, saat diwawancarai di ruang kejanya. (foto:ist)

Makassar (rakyatbersatu.com) – Semenjak diberi amanah Dr. H. Abd. Rasyid Masri, S.Ag., M.Pd., M.Si.,M.M, menjadi Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar  2015,  beberapa langkah terobosan yang dapat menjadi ikon dan pembeda dengan fakultas lain.

       Salah satu di antaranya  amat tampil beda dan sangat menonjol adalah pembangunan tugu pena persis di depan fakultas, serta gazebo tempat istrahat dan diskusi civitas akademika kampus.

       Ditemui di ruang kerjanya kampus II UIN Alauddin Makassar di Samata Gowa, Selasa 15 Desember 2015 Abd Rasyid Masri menjelaskan, tugu dengan icon pena dibangun tepat didepan gedung fakultas sebagai penanda dan pembeda dari fakultas yang lain.

      Pilihan pada ikon pena tajam itu merupakan simbol dari pendidikan dan pengetahuan. Tugu itu juga dibangun bakal mencatat dan merekam  sejarah perjalanan fakultas dan mungkin akan selalu diingat oleh generasi selanjutnya, dari sebuah perubahan yang akan menjadi lebih baik dengan takeline “Bermartabat”, tegas alumni S3 Sosiologi PPs-UNM ini.

       Tekad ke depan mampu menghadirkan dan mewujudkan sosok  fakultas Bermartabat dan bukan hanya sekedar konsep. Selain itu tugu pena juga sebagai inovasi dan kreativitas  fakultas yang selama ini yang belum bergerak kepada hal-hal yang bersifat menulis dan mengukir sejarah, ungkap magister komunikasi PPs Unhas ini.

      Civitas akademika  ingin menulis  sejarah menuju fakultas bermartabat.  Pena juga melambangkan bahwa dakwah itu tidak selamanya hanya sekedar memakai retorika,ceramah dan lain sebagainya, akan tetapi juga dakwah bil kalam yaitu berdakwah melalui tulisan, kata magister manajemen PPs-Unismuh Makassar ini.

       Mengingat fakultas membina  prodi jurnalistik, diharapkan para mahasiswa terutama alumninya dapat menghasikan  karya-karya tulis yang menjadi bagian dari dakwah bil kalam  itu.  Kekuatan pena dari penulis akan mencetak sosok wartawan dan  jurnaliskawakan serta bermartabat, tegas pria kelahiran Gersik 27 Agustus 1968 ini.

        “Sebenarnya sudah banyak simbol-simbol misalnya saja Alquran yang terbuka, buku yang terbuka dan itu sudah sangat umum,tugu pena ini  menunjukkan bahwa ujung pena bersimbol emas itu merupakan simbol kejayaan dengan sebuah  harapan menujufakultas  bermartabat sampai sepanjang masa,” ungkap alumni MTs. Negeri  Bontotiro Bulukumba 1985 ini.

         Fakultas kini membina   6 program studi, semua prodi tersebut telah mendapat akreditasi dari BAN- PT. Prodi Manajemen Dakwah meraih niai akreditasi A,  prodi Jurnalistik meningkat statusnya dari nilai C menjadi nilai B, sedang prodi lainnya   Komunikasi & Penyiaran Islam(KPI), Bimbingan Penyuluhan Islam(BPI), Ilmu Komunikasi (IKOM) dan Kesejahteraan Sosial (Kessos) semua meraih nilai B akreditasi BAN-PT,  tandas suami dari Hj. Nurmiati Andi Patongai, S.E., MM ini.

         Visi hendak dicapai fakultas adalah,   FDK UIN Alauddin Makassar  menjadi pusat kajian ilmu dakwah dan komunikasi yang integratif, transpormatif dan kompetitif tahun 2025. “Sedangkan misi akan diembang adalah menyelenggarakan pendidikan dakwah dan komunikasi Islam, mencerahkan dan mencerdaskan,” ungkap doktor sosiologi agama menulis dinamika Jamaah Al-Nadzir di Gowa Sulsel in.

        Selain itu FDK juga mengembangkan kualitas akademik dalam bidang dakwah dan komunikasi Islam secara profesional, serta mewujudkan sarjana dakwah dan komunikasi Islam yang memiliki kompetensi keilmuan dan akhlakul karimah, kata sarjana agama IAIN Alauddin Cabang Kendari ini.

         Kerja nyata di awal  masa melaksanakan amanah selaku dekan,  selain tugu pena,  membangun juga gazebo di bagian belakanggedung fakultas tempat istrahat, berdikusi, online dan lain sebagainya, memperbaiki platfon  yang sudah ambrol, kursi-kursi tak layak pakai,  juga pengadaan meja bundar untuk peristirahatan civitas akademika yang selama ini sudah cukup lama diimpikan, tutup alumni SDN  161 Ara  Bulukumba 1982 ini. (Riswana-Nirwana).   

Laporan : Riswana dan Nirwana

Mahasiswa Fakultas Dakwah Dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar

Prodi Komunikasi Penyiaran Islam  

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *