Dr.Rachmatia,M.Si:Industri Kerajinan Karawo Gorontalo Butuh Kaderisasi

Dr.Rahmatiah, M.Si
Dr.Rahmatiah, M.Si

Makassar.RBC.- Industri kerajinan karawo Gorontalo dapat bertahan dan survive, sangat membutuhkan proses kaderisasi secara kontinyu, utamanya pada usia sekolah. Kebijakan perlu ditemph adalah diperlukan muatan materi kerajinan karawo secara khusus pada kurikulum sekolah di semua jenjang pedidikan.

       Demikian salah satu simpulan disertasi ditulis Rahmatiah, berjudul, Intergrasi Modal Manusia dan Modal Sosial (Studi Kasus Industri Kreatif Kerajinan Sulaman Karawao di Gorontalo),  dalam ujian promosi S3 Sosiologi Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM), Kamis, 8 Januari 2014 di kampus Pasca UNM Makassar.

     Rapat senat terbuka luar biasa ini dipimpin Direktur PPs-UNM, Prof.Dr.Jasruddin, MSi. Dosen penguji, Prof.Dr.Andi Agustang, M.Si, selaku Ketua Prodi S3 Sosiologi. Dr. Syamsu A.Kamaruddin, M.Si; Dr.Imam Mujahidin, M.TDev. Selama penulisan diertasi dibimbing Promotor, Pof.Dr.H.Muh Tahir Kasnawi, SU; Kopromotor, Dr.Sulaiman Samad, M.Si dan Dr.Jumadi Sahabuddin, M.Si.

      Pengembangan industri kreatif kerajinan karawo ini perlu didorong kemampuan modal sosial. Modal kepercayaan perlu ditingkatkan,  antara pengrajin, pemerintah dan masyarakat. Demikian halnya  pada aspek norma juga perlu ditingkatkan utamanya pada penguatan regulasi HAKI, tandas dosen FISIP Universitas Gorontalo ini.

      Dijelaskan, integrasi manusia dan modal sosial dalam kerajinan karawo,sudah dilakukan terlihat dari kerjasa sama antara aktor kreatif dan beberapa pihak yang menaruh perhatian pada kerajinan sulaman arawo. Bentuk kerjasa sama ini dengan melakukan pelatihan dan pegelolaan usaha. Selain itu juga melakuka promosi dan publikasi, tandas wanita kelahiran Pinrang 11 November 1977 ini.

       Kerajinan sulaman karawo, secara turun temurun dikerjakan masyarakat yang tinggal di Ayula Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango Gorontalo. Karawo berasal dari kata mokarawo berarti, mengiris atau melubangi dalam bahasa Gorontalo.

       Tehnik pembuatan sulaman karawo, serat benang pada kain sebagai medi sulaman akan diiris atau dilubangi dengan cara mencabut serat benangg pada biangtertentu di media kain yang akan digunakan, tegas magister sosiologi PPs UNHAS ini.  

       Perempuan di Ayula ungkap Rahmatiah, menjelang memasuki masa dewasa diberi kesibukan membuat sulam karawo, tradisi ini kemudian berlanjut untuk  para wanita  yang dipingit menjelang hari pernikannya.

        Rahmatiah tamat SD Negeri Bottoe Pinrang 1987; SMP Aditta Mattiro Bulu Pinrang 1990; SMKK Negeri Parepare 1993; S1 Pendidikan Tata Busana IKIP Ujungpandag 1998; S2 Sosiologi PPs-UNHAS. Isteri dari Muh Bakhtiar Kasim, S.Pd, ibu dari Inaya Aqilah Bakhtiar; Muh Qadafi Bakhtiar dan Dzaki Annafi Bakhtiar. (ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *