Duel Maut Dua Jagoan Pasar

Korban, Asri (baju merah) bersama Kasat Serse
Korban, Asri (baju merah) bersama Kasat Serse

Bantaeng, Dua orang jagoan Pasar Lambocca, Kecamatan Pa’jukukang, Kota Bantaeng, Sulsel, masing-masing Muh Asri alias Cori bin Hanjani (39) dengan Muh Yunus alias Unu bin Kamaruddin (47) terlibat duel maut. Peristiwa yang menggegerkan seisi pasar ini terjadi pada pagi hari sekira pukul 7.30 Wita, Senin, 23/2 lalu.  

Menurut saksi mata, kedua lelaki yang terkenal sebagai jagoan pasar itu adu kejagoan di tengah pasar yang sedang ramai-ramainya. Keduanya bergulat cukup lama, sepertinya tidak ada yang mau kalah. Menariknya, karena keduanya berkelahi dengan menggunakan parang.

Duel maut ini menjadi tontonan pedagang serta warga pembeli. Tak satu pun warga yang berani melerai karena keduanya saling serang dengan parang terhunus. Hanya kaum wanita dan anak-anak yang tidak berani mendekat. Tapi pria penonton malah asyik menyaksikan perang tanding dua  jagoan ini, bahkan ada penonton yang sempat merekam perkelahian itu dengan menggunakan handy cam berdurasi 30 menit.

“Kami tidak berani melerai Pak, karena keduanya membawa parang panjang,” kata sejumlah saksi mata. Amir, pedagang ikan kering yang ditemui wartawan mengaku menyaksikan duel berdarah tersebut dari awal hingga keduanya terkapar kehabisan tenaga. “Saya melihat langsung mereka saling baku sayat Pak. Karena kejadiannya tepat di depan lods jualan saya,” kata Amir.

Amir mengisahkan, kedua jawara kampung itu sama-sama membawa parang dan saling mendekat saat bertemu. Keduanya kemudian saling serang. Di menit-menit awal perkelahian, Asri yang bertubuh jangkung berhasil membanting Yunus, tapi Yunus sempat menarik Asri sehingga keduanya jatuh bergumul tanpa melepas parang masing-masing.

Asri sempat berada di posisi atas, dan mencoba menggorok leher Yunus, namun tidak berhasil akibat kehabisan tenaga setelah Yunus lebih dahulu memarangi lengan kanannya dan tepat memotong urat nadi.

Yunus yang terdesak terus melakukan perlawanan, dan sejurus kemudian berhasil menghujamkan parangnya beberapa kali ke tubuh Asri yang membuatnya tak berdaya. Melihat lawannya tak berdaya, Yunus malah semakin membabi buta dan terus memarangi tubuh Asri. Walaupun dalam keadaan payah karena darahnya kebanyakan keluar, Asri tetap melakukan perlawanan dengan menyabetkan parangnya ke tubuh Yunus.

Akhir perkelahian seru ini, Asri menderita kalah. Lengan kanannya luka tersayat belati. Darah mengucur deras dari luka itu karena urat nadinya yang kena sayatan. Bukan hanya itu, nyaris sekujur tubuh Asri tergores badik lawan. Akibatnya, darah mengucur dari sekujur tubuhnya dari kepala hingga betisnya. Boleh jadi karena banyaknya darah yang keluar menyebabkan Asri tidak sempat ditolong. Dia terkapar tak bernyawa di tempat kejadian. Perkelahian maut ini memang baru terhenti setelah Asri terkapar tewas, dan Yunus roboh bersimbah darah.

Asri sebenarnya tidak kalah telak, sebab lawannya yakni Yunus, pun menderita luka di beberapa bagian tubuhnya. Darah yang keluar dari sekujur tubuhnya pun berlimpah. Hanya saja, keberuntungan masih berpihak pada Yunus karena tidak langsung meninggal di tempat kejadian. Hingga pukul 17.33 Wita kemarin, Yunus masih dirawat di RS Dr Anwar Makkatutu dalam kondisi kritis..

H Abd Karim Bagada, saksi mata lainnya mengaku ketakutan melihat perkelahian sadis tersebut. “Saya menyaksikan perkelahian tersebut dan saya langsung telepon polisi”, ujar Staf Ahli Bupati Bantaeng ini.

Banyak kerabat dan sahabat dari kedua jawara tersebut menyayangkan terjadinya duel maut ini. Apalagi, keduanya bersahabat. Bukan hanya itu, Haeruddin, adik kandung ayah Muh Asri  memperisteri saudara sepupu Muh Yunus.

Sejatinya, antara Asri dan Yunus masih bertalian darah satu keluarga. Namun, tanpa dinyana, keduanya langsung saling serang ketika bertemu di pasar pagi itu. Kabarnya, perkelahian maut ini terjadi disebabkan timbul kesalahpahaman di antara keduanya mengenai ‘batasan wilayah kekuasaan’ masing-masing di pasar itu.

“Kedua jagoan ini, bertugas sebagai pemungut uang retribusi keamanan dan kebersihan di Pasar Lambocca. Munculnya persoalan gara-gara memperebutkan batas wilayah pungutan,” kata Kasat Reskrim AKP Muh. Ramli. (Laporan Armin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *