Duh! Peserta Diksar Pramuka SMA Gunungsari Disiksa

stop kekerasanMakassar (rakyatbersatu.com) – Panitia Pendidikan Dasar (Diksar) Pramuka di SMA Gunungsari Makassar terpaksa harus berurusan dengan Polsek Tamalate, pasalnya mereka diduga ketahuan melakukan penyiksaan terhadap 21 siswa baru yang mengikuti kegiatan tersebut, Minggu (1/11/2015) dini hari. Tak hanya itu, pelatih pramuka dan oknum guru ikut diperiksa.

Penyiksaan yang diduga dilakukan para senior dalam diksar tersebut ketahuan setelah polisi menerima informasi dari salah seorang orangtua murid bahwa diksar pramuka di SMA Gunungsari sudah diluar batas.

Anggota polisi dari Polsek Tamalate yang mengetahui kegiatan yang diluar batas itu langsung membubarkan diksar tersebut dan mengiring panitia pelaksana ke Mapolsek Tamalate.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah siswa mengungkapkan bahwa mereka mendapat penyiksaan, seperti dipaksa berguling dari lantai 1 hingga lantai 3 gedung sekolah, disiram, kaos kaki dimasukkan ke mulut bahkan mereka sempat ditetesi lilin. Untuk mengusut kasus ini, polisi telah mengamankan barang bukti berupa lilin, kaos kaki dan lainnya.

Informasi lain menyebutkan bahwa tindakan penyiksaan kepada peserta diksar di sekolah ini ternyata diketahui oleh pihak sekolah, bahkan diduga kuat telah terjadi pembiaran oleh guru yang menangani pendidikan pramuka di sekolah ini.

Menurut pengakuan Kurniawan Bahtiar, salah seorang panitia diksar yang ikut diperiksa di Polsek Tamalate, bahwa tindakan penyiksan dilakukan karena pelatih Gugus Depan SMA Gunungsari bernama Juniardi ikut memukul panitia karena dianggap terlalu lembek dalam melatih peserta diksar. “Beberapa kali kami disuruh tutup mata, push up kemudian dipukul,” kata Kurniawan saat ditemui di Mapolsek Tamalate, Minggu.

Tindakan balas dendam yang dilakukan panitia diksar atas ulah pelatihnya yang mewajibkan seluruh panitia harus tegas dan keras kepada peserta diksar diduga diketahui para guru yang memantau dari lantai satu. Sementara puncak penyiksaan menurut peserta diksar terjadi lantai 2 sampai 5 gedung sekolah ini.

Sementara Juniardi, sang pelatih pramuka telah diamankan oleh Polsek Tamalate. Juniardi, menurut pengakuan beberapa peserta diksar dan panitia bahwa dia adalah oknum polisi. ” Dia mengaku sebagai polisi, makanya kami percaya dan berani lakukan kekerasan, “ujar Mutmainna di Kantor Polsek Tamalate.

Masalah kekerasan peserta diksar, ternyata tidak hanya berhenti di pelatih Juniardi saja. Oknum guru atas nama Amir juga diduga punya andil dalam kasus ini.

Menurut Muhammad Andika, Pak Amir lah yang mengeluarkan ancaman kepada siswa baru bahwa mereka tidak akan diberikan ijazah dan nilai akan ditahan jika belum ikut diksar pramuka. “Karena itu kita terpaksa ikut kak,” kata Andika.

Kasus ini mendapat perhatian khusus dari Polsek Tamalate. Diduga ada pembiaran di sekolah tersebut. Karena itu Polsek Tamalte menampung semua informasi yang didapat dari siswa, pelatih maupun pihak guru. ” Kasusnya sedang kami dalami. Nanti kita kabarkan perkembangannya, ” kata Kapolsek Tamalate Kompol Suaeb Madjid.(yd/bbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *