Dylan Melawan Tren Lirik Gaul

Dylan dan Tina Toon
Dylan dan Tina Toon

TREN  lagu berbahasa gaul yang belakangan kerap diusung penyanyi pendatang baru, tak mempengaruhi debut  Radylan Rizki Fadilah   akbar disapa Dylan (20 th). Lewat singgel perdana bertajuk “Yakinlah Kasih” dan berlirik puitis, bujang ganteng kelahiran Sukabumi – Jawa Barat ini, justru  penuh percaya diri mencoba melawan arus tren tersebut.

“Kebetulan executive produser singgel perdana saya Pak Bagus Haryo juga piawai mencipta lagu berlirik puitis dan memiliki nilai-nilai sastra. Ditopang tema lagu Yakinlah Kasih yang akrab dengan kehidupan sehari-hari dan dibalut dalam musik pop simpel hingga mudah dicerna sekaligus  enak didengar,  menjadikan saya penuh percaya diri melawan tren lirik berbahasa gaul,” papar Dylan kepada RB.Com  di Mall Cibinong City – Jawa Barat, baru-baru ini.

Selain mencoba melawan tren lirik lagu jauh dari kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, lanjut solois pria yang tengah dekat dengan penyanyi Tina Toon ini, ia  dan produsernya, sepakat bahu-membahu untuk meluruskan anggapan salah bahwa lirik lagu puitis terkesan berat alias sulit dicerna penikmat musik khususnya para remaja. “Buktinya, lagu Yakinlah Kasih dalam kemasan musik pop simpel sekaligus elegan yang menyatu dengan karakter vokal saya, terdengar ringan dan jauh dari kesan berat.  Alhasil, pesan utama lagu berlirik puitis tersebut malah berpotensi lebih mudah diterima siapa pun yang mendengarnya,” ujar Dylan yang mendapat sokongan moril dari Tina Toon dengan menemaninya di panggung saat melantun singgel Yakinlah Kasih.

“Solois pria pendatang baru yang mengusung lirik lagu puitis dan memiliki nilai-nilai sastra, belakangan sangat jarang. Karenanya, sebagai sahabat dekat – terutama ketika Dylan menjadi vokalis band Zora – saya cukup jauh datang ke Cibinong untuk memberikan dukungan moril khusus padanya,” tandas Tina Toon (21 th)  mantan penyanyi dan artis cilik yang melansir album perdana bertajuk   Bolo-Bolo  tahun 1999 itu.

Executif Produser sekaligus pencipta lagu Bagus Haryo Notonegoro menambahkan, berangkat dari keprihatinan lirik lagu memiliki nilai sastra mulai tergeser lirik berhasa gaul, pihaknya bersama  Dylan akan konsisten melansir lagu-lagu berlirik puitis. “Dalam waktu tak terlalu lama lagi, kami akan melansir dua singgel Dylan berikutnya dalam koridor sama yakni musikalisasi puisi. Sebab, selain mengejar popularitas, geliat solois  muda Dylan di blantika musik nasional  juga punya misi untuk membuktikan sastra Indonesia dalam bentuk lagu belumlah punah dan tetap indah tanpa harus meninggalkan aspek komersil,” tandas Bagus menutup pembicaraan. * (naskah dan foto – ata)

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *