Fathul Khair: Terinspirasi Sosok Dahlan Iskan

Fathul Khair (ist)
Fathul Khair (ist)

Impian masa kecil bagi Fathul Khair di tanah leluhurnya Sinjai Selatan, ingin menjadi seorang jurnalis tangguh seperti, Dahlan Iskan adalah,  seorang tokoh pers bertangan dingin mengantar Harian Jawa Pos  menjadi gurita pers di seluruh Indonesia.

Pria kelahiran Sinjai, 21 Maret 1993 ketika masih duduk di SD Pathoni Siniai Selatan, SMP Darul Istiqamah Sinjai, dan SMA Sinjai,  menjadikan Dahlan sebagai sosok idola. Usai merampungkan studi SMA 1 Sinjai Selatan,  memilih lanjut studi jurnalistik di UIN Alauddin Makassar. Bakat menulis mulai muncul, saat ikut lomba menulis essay tingkat kabupaten dia berhasil keluar menjadi juara satu.

Di kampus UIN Alauddin, pengalaman ketika duduk di bangku SMP dan SMA sebagai salah seorang aktifis organisasi, kembali terulang. Pemilihan Ketua BEM di fakultasnya menjadikan dirinya meraih suara mayoritas dan menjadi Ketua BEM Fakultas Dakwah dan Komunikasi periode 2014-2015.

Menjadi aktifis mahasiswa menurut Fathul, memberi banyak pengalaman dalam kehidupan. Cukup banyak keterampilan dan pengetahuan yang tidak didapatkan dalam bangku kuliah. Termasuk,tampil di depan umum, memimpin pertemuan dan sejenisny.

Walau disibukkan dengan aktifitas kampus,tetapi studi tetap menjadi skala prioritas. Dia senantiasa memadukan program di organisasi dengan proses perkuliahandi kampus, katanya.

Menjadi kosong satu di lembaga kampus pada fakultasnya, membutuhkan strategi perjuangan cukup kreatif. Komunikasi dengan HMJ dan organda dilakukan secara komunitatif, ditambah dengan kerja tim sukses yang kompak.

Setelah terpilih jadi ketua selama empat bulan terakhir, sudah ada dua program nyata yang berhasil dirampungkan, pertama bedah buku di kampus dengan judul  buku Perang  Kota, penulis Rahmat M Arsyad dengan pembedah, Arif Wijaksono dan Ibnu Hajar. Melakukan bakti sosial di Desa Mardekaya Gowa dengan menanam 250 pohon jati putih dan mahoni, tandasnya.

Disela rutinitas selaku aktifis kampus, masih tetap ada waktu untuk menyalurkan hoby, olahraga, nonton serta membaca buku.

Menjalani hidup sehari-hari, Fathul berprinsip, iklhas menjali hidup dan berbuat baik sesama orang.  Mahasiswa semester enam di kampusnya ini, ketika di tanya apa sudah punya pacar, denga wajah merona dan tersipu tidak sempat menjawab pernyataan wartawan.      (fathuddi/yahya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *