FFI 2014 Adopsi Sistim Penjurian Piala Oscar

 Panpel FFI 2014 dan Christine Hakim - Reza Rahadian, duo ikon.

Panpel FFI 2014 dan Christine Hakim – Reza Rahadian, duo ikon.

GUNA meningkatkan obyektivitas  dan kredibilitas hasil penjurian khususnya film bioskop, penyelenggara Festival Film Indonesia (FFI) 2014 mulai mengadopsi sistim penjurian Piala Oscar. Karenanya, untuk menentukan peraih Piala Citra FFI 2014 yang malam puncaknya digelar di Palembang, 6 Desember nanti, total dewan juri film bioskop  baik dari insane film maupun non-film berjumlah 100 orang dan dewan juri film Pendek, Animasi, FTV dan dokumenter masing-masing berjumlah minimal lima orang. Sedangkan, hasil penilaian dewan juri film bioskop, langsung dikirim ke Akuntan Publik Independen Deloitte – satu dari empat perusahaan akuntan dan konsultasi investasi terbesar di dunia untuk direkapitulasi.

“Berangkat dari semangat perubahan, sistim penjurian FFI tahun ini berubah dengan mengadopi sistim piala Oscar. Hasil rekapitulasi tahap pertama pihak Deloitte akan diserahkan ke panitia FFI pada acara pengumuman Nominee. Film yang masuk nomine, yang telah dinilai lanjutan dewan juri untuk menentukan pemenang akhir –  dikirim kembali ke pihak akuntan publik dan menyerahkan rekapitulasi tahap kedua ke panpel pada malam puncak FFI. Dengan demikian, tingkat obyektivitas dan kredibilitas penjurian sangat tinggi serta akseptabilitas FFI otomatis makin meningkap pula karena melibatkan banyak oraang,” papar  Kemala Atmojo, Ketua Pelaksana FFI 2014 kepada wartawan di Jakarta, Jumat (17/10) lalu.

Tentang jumlah film peserta,  Kemala yang juga Pengurus Badan Perfilman Indonesia (BPI) dan pada FFI tahun lalu  di Semarang menjadi dewan juri film pendek menambahkan, sejak pendaftaran film peserta dibuka tanggal 1 Oktober lalu hingga 30 Oktober nanti, sudah sekitar 25 judul film yang didaftarkan para produsernya. Yakni, Raam Punjabi, Ram Soraya, Mira Lesmana, Sheila Timothy, Gope Samtani, KK Dheeraj. “Judul filmnya antara lain, Soekarno, Hijrah Cinta, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Sakola Rimba, Tabula Rasa, Rember When, dan Jokowi Adalah Kita,” terangnya.

Christine Hakim dan Reza Rahadian - ikon FFI 2014
Christine Hakim dan Reza Rahadian – ikon FFI 2014

Kendati mengadopsi sitim penjurian ala Piala Oscar,  namun jumlah dewan juri FFI 2014 – masih jauh dibandingkan ajang festival film paling bergengsi di dunia tersebut. Pasalnya, proses seleksi film nominasi hingga pemenang Oscar – Academy Awards, forum pemilihan umum insane film di Hollywood – melibatkan lebih dari 6.000 anggota AMPAS (Academy of Motion Picture Arts and Sciences – lembaga Penganugrah Oscar.

Pemborosan

Sementara itu aktris senior Christine Hakim yang bersama aktor Reza Rahadian didaulat menjadi ikon FFI 2014 berharap dimasa datang festival film nasional hanya ada satu. “Kalau pemerintah menggelar dua  festival film yakni FFI dan festival tetangga yang lain (Apresiasi Film Indonesia, red) itu namanya pemborosan.  Dan hal itu merupakan kesalahan kolektif, pemerintah, insan film termasuk kalangan wartawan,” tandas aktris peraih 6 Piala Citra kelahiran Kuala Tungkal Jambi, 25 Desember 1956 yang tetap awet muda itu. * (naskah dan foto – ata)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *