Film Cermin Penari Jaipong: Adzana dan Maxime Jadi Magnet Utama

Adzana dan Maxime dalam adegan fim CPJ
Adzana dan Maxime dalam adegan fim CPJ

SAMA-sama gemar menonton film horor, memeberi keuntungan tersendiri bagi bintang film remaja  Adzana Bing Slamet dan Maxime Bouttier. Keduanya kembali dipasangkan sutradara wanita – Chiska Doppert dalam film besutan terbarunya bertajuk Cermin Penari Jaipong (CPJ) produksi terbaru BIC Pictures. Kendati film yang diputar di bioskop tanah air mulai 13 November 2014 dan juga dibintangi  Echa Oemry, Rini Mentari, Rey Rendi, Marsya Aurellia dan Epi Kusnendar, plus model cantik Senk Lotta sebagai sosok Penari Jaipong – Adzana dan Maxime dipastikan menjadi magnet utama.

“Akting keduanya kian padu pasca bermain bareng dan mengantar sukses film horor 207 dengan mendulang  350 ribu penonton yang mulai diputar Idul Fitri – Juli lalu. Kini, Adzana dan Maxime layak jadi magnet utama film CPJ lantaran  kontribusi akting  bintang muda cantik  pun sangat besar. Berkat kepiawaian mereka melakoni peran mesaing-masing yang patut diacungi jempol,” ujar Chiska Doppert kepada RB.Com  di Jakarta, baru-baru ini.

Sutradara wanita yang sukses menggarap 9 film horor: Ada Apa dengan Pocong, Tumbal Jailangkung, Pocong Minta Kawin, Pocong Juga Pocong, Bukan Pocong Biasa, Kerasukan, Perawan Seberang, Pantai Selatan, 3 Cewek Petualang dan Kamar 207 ini pun memprediksi, cepat atau lambat – Adzana dan Maxime bakal menjadi idola para  remaja. “Indikasi kuatnya, lantaran menggemari film horor, keduanya begitu enjoy sekaligus mampu memberi nilai positif bagi film yang dibintanginya. Klopnya lagi, penggemar film horor saat ini kebanyakan para remaja,”  tandas Chiska seraya menjelaskan  narasi film CPJ  berpusat pada keberadaan sebuah cermin di sebuah Villa tua. Dan pada momen tertentu memantulkan sosok penari Jaipong.

“Misteri tersembunyi di balik cermin yang sering memantulkan sosok penari Jaipongan itulah memicu segala kengerian dan keseruan dalam film ini,” sergah Adzana yang kiprahnya di genre film horor remaja didukung penung sang Papa – Adi Bing Slamet.

“Syaratnya saya main dalam film benar-benar seratus persen horornya. Bukan horor plus-plus yang cenderung mempertontonkan busana minim dan kemolekan tubuh pemeran wanitanya. Kalau yang begitu saya tak mau main walau dibayar setinggi langit,” tandasnya.

Tentang penggarapan film Cermin Penari Jaiopong kembali dipercayakan penggarapannya pada  Chiska Doppert, Produser  BIC Pictures – Rafdy Farizan Bintang menyatakan, ditangan sang stutradara wanita, film horor yang dihasilkan bermutu dan berbobot. “Lewat film yang digarap apik dan serius, Chiska mampu membangkitkan ketakutan mendalam pada penonton. Tanpa harus menjungkir-balikkan logika sehat apalagi dengan   bumbu-bumbu adegan seronok apalagi seks,” tandas Rafdy. * (naskah dan foto – ata)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *