Film Sayap Kecil Garuda: Kisah Sukses Pelajar Lemah Hafalan

Adengan film Sayap Garuda
Adengan film Sayap Garuda

APA jadinya jika pelajar SMP dalam satu tayangan televisi tak hafal teks dan lambang Pancasila ?  Sudah pasti – sang siswa bakal menjadi sasaran empuk olok-olok teman-temannya dan sang orangtua pun turut dicemooh para tetangga dianggap gagal mendidik sang  anak. Hal itu dialami tokoh Pulung (Rizky Black) dan sang Abah (Gatot Brajamusti) dalam film “Sayap Garuda Kecil” (SKG) besutan sutradara Aditya Gumai yang diputar di biosop tanah air mulai, 23 Januari 2014.

Untungnya,  Pulung – murid kelas 2 salah satu SMP di Cianjur dengan Kepala Sekolah  diperankan aktor senior  Deddy Mizwar, tak menyerah begitu saja,  Selain terus berzibaku menghafal Pancasila disetiap ada kesempatan, remaja yang hanya tinggal bersama sang Abah lantaran ditinggal pergi Sang Ibu (Reza Artamevira) menjadi TKW di Hongkong ini, konsisten dan tanpa sadar  justru mengamalkan nilai-nilai yang tertanam dalam Pancasila dikehidupan sehari-hari. Sebagai anak yang Sholeh, ia kerap  menolong tanpa pamrih, mudah bergaul dengan siapa saja, rajin membantu Abahnya baik tenaga maupun materi kecil-kecilan dari hasil menjual layangan.

Bukan hanya itu, Pulung yang ketika SD dan kelas satu SMP  pernah tak naik kelas  pun rajin mengasah bakat menggambarnya dengan berguru pada Pak Zul (Fuad Idris)  Pelukis yang baru pindah ke desanya. Hasilnya, berkat sederet kelebihannya dan sikap pandai bergaulnya  –  plus daya hafalnya yang mulai membaik, Pulung dicalonkan menjadi ketua Osis SMP-nya dan harus bersaing dengan   kandidat unggulan – Asih (Baby Mamesa)  serta Fandi (Diza Refenga).

Yang mengharukan, saat masing-masing kandidat mengkampanyekan diri dan program kerja masing-masing, Pulung mampu  meyakinkan para pelajar sekolahnya dengan mengucapkan  Pancasila dan makna lambangnya dengan lancar.  Dan bersamaan dengan itu, Kepala Sekolah mengumumkan – keberhasilan Pulung mengharumkan nama SMP yang dipimpinnya dengan menjuarai lomba lukis seluruh pelajar se-Cianjur.  Tak pelak, Pulung sukses mejadi salah satu pengurus inti Osis sekolahnya yakni Ketua Bidang Kesenian.   “Semoga   lewat film SGK, anak-anak Indonesia tidak hanya bisa menghafal teks dan makna lambang Pancasila, namun juga bisa  mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” harap Aditya Gumai, Sutradara merangkap produser film SKG.

Budaya Beras Perelek

Kisah film Sayap Kecil Garuda  yang juga menampilkan sederet bintang cilik  – Aaliyah Massaid, M. Abil dan diperkuat Gatot Brajamusti, Deddy Mizwar, Elma Theana, Reza Artamevia, dan aktor senior Torro Margens – berdasarkan  skenario karya Melia “Mex” Arthoporia – pemenang Lomba Penulisan Skenario Film Anak dan Perjuangan gelaran Kemenbudpar (kini menjadi Kemenparekraf) tahun 2011,  dibuka dengan gambaran keseharian Pulung, murid kelas 2 SMP dengan daya ingat lemah hingga sulit menghapal Pancasila serta makna lambangnya. Kendati begitu,  Pulung anak baik. Sepulang sekolah sebelum mengaji di Surau, ia rajin membantu Abahnya untuk mengumpulkan Beras Perelek, sebuah budaya turun-temurun di kampung mereka. Setiap warga mampu mensedekahkan satu kaleng susu beras yang mereka letakkan di depan rumah. Beras itu mereka kumpulkan seminggu tiga kali lalu diserahkan ke Pak RT untuk kemudian dijual murah ke warga kampung yang tidak mampu. Uang hasil penjualan beras dipinjamkan ke warga kampung yang tidak mampu untuk keperluan modal usaha atau keperluan lainnya. Keseharian  Pulung yang Sholeh, penolong tanpa pamrih, mudah bergaul serta  pandai melukis membuatnya  dicalonkan jadi ketua Osis, bersaing dengan murid pintar – Asih dan Fandi.

Siring  hafal luar kepala teks Pancasila dan makna gambarnya, berkat bimbingan dan arahan  Pak Zul, Pulung sukses menjarai lomba gambar antar siswa se-Cianjur. Ia mendapatkan Piala dan  hadiah Sepeda. Lebih mengharukan ,  piala tersebut diberikan Pulung ke Maman, putra Pak Zul yang juga gemar menggambar tetapi  tak bisa ikut lomba lantaran matanya buta dampak penyakit panas tinggi  pernah dideritanya. Sedangkan Sepeda,  ia gunakan untuk mengumpulkan Beras Perelek menggantikan sepeda Abah yang sudah reot lagi  ban luar belakangnya tak bisa digunakan . * (naskah dan foto – ata)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *