Gde Agung Bharata: Belum ke Gianyar Berarti Belum Datang ke Bali

Bupati Gianyar - Gde Agung Bharata dan Panpel HUT ke-244 Kota memberi keterangan kepada Wartawan di Jakarta.
Bupati Gianyar – Gde Agung Bharata dan Panpel HUT ke-244 Kota memberi keterangan kepada Wartawan di Jakarta.

IKHTIAR terus-menerus  Bupati Gianyar Bali  – Anak Agung Gde Agung Bharata mempromosikan kabupaten/kotanya, patut dicontoh pimpinan daerah tujuan wisata utama Indonesia lainnya. Kendati Gianyar sudah dikenal luas di  seluruh dunia sebagai Kabupaten Seni dan Budaya , memanfaatkan momentum HUT Kota  ke-224,  pihaknya kembali menggelar  acara spektakuler yakni melukis sepanjang 1 kilometer melibatkan  sekitar 500 seniman lukis pemula hingga maestro  di Jl. Kebo Iwa Gianyar, 12 April 2015 mendatang.

“Kabupaten Gianyar merupakan satu dari sembilan  kabupaten/kota yang ada di Bali yang mendapat julukan Kabupaten seni dan budaya   memiliki visi BAGUS  (Bersih, Alami, Giat, Berbudaya dan Sejahtera.  Dan acara melukis satu kilometer merupakan ihtiar menapak sejarah menjelang satu abad perkembangan seni lukis di Gianyar dengan dunia Barat dari tahun 1920-an. Ditandai kedatangan maestro lukis seperti Walter Spies dan Rudolf Bonnet. Jadi, sangatlah beralasan bila seorang wiasatawan domestik maupun mancanegara yang belum datang ke Gianyar – berarti belum ke Bali,”  papar Agung Bharata – Bupati Gianyar dengan nada promosi kepada RB.Com di Galery Cemara – Menteng, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Menurutnya, kegiatan melukis satu kilometer  dengan tema sentral “Gianyar Sebagai Kota Pusaka” – selain merupakan promosi berkesinambungan menuju Gianyar yang Jagadhita  (kemakmuran dan kebahagiaan masyarakat maupun negara. red),  juga diharapkan generasi muda Gianyar maupun dunia – dapat melihat perkembangan seni lukis sebagai upaya melahirkan kembali maestro-maestro lukis yang akan mengharumkan nama Gianyar di tingkat dunia. “Kehadiran maestro lukis mancanegara seperti Walter Spies dan Rudolf Bonner tahun 1920 makin mempopulerkan perkembangan lukis di wilayan Gianyar. Dinamika itulah selanjutnya mampu melahirkan maestro-maestro lukis Gianyar  seperti Gusti Nyoman Lempad, Ida Bagus Made, Sobrat dan maestro lainnya,” tandas Agung Bharata yang terpilih menjadi Bupati Gianyar untuk kali kedua.

Sementara I Nyoman Arjana SSn –  Ketua Panpel mengatakan, melukis 1 km  digelar sepekan jelang HUT Gianyar yang jatuh pada 19 April 2015, menggunakan  media kanvas, cat minyak, dan cat air. Kegiatan ini melibatkan pelukis dari berbagai aliran seni di antaranya Ketut Budiana, Nyoman Kedol, dan sejumlah pelukis muda berbakat lainnya. “Para pelukis muda dan maestro akan menggambarkan perkembangan seni rupa atau lukis Bali dengan motif rerejahan, pewayangan, cerita rakyat dan Bali modern,” jelas Arjana.

Selain melukis, HUT Gianyar juga dimarakkan parade pawai budaya yang melibatkan ribuan seniman dari tujuh kecamatan di Gianyar dan berbagai lomba lainnya seperti pemilihan Jegeg Bagus. Kemudian tari Pucuk kolosal yang melibatkan 1000 penari dan tari Pendet yang melibatkan 600 penari. * (naskah dan foto – ata)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *