Generasi Muda Terasing Budaya Sendiri

Prof.Dr.H.Darman Manda, M.Hum
Prof.Dr.H.Darman Manda, M.Hum

Makassar.RBC. Sosok generasi yang baik, ditentukan oleh nilai-nilai lokal dalam masyarakat. Nilai lokal itu lewat keluarga ditranspormasikan kepada generasi muda,  agar dapat dilestarikan dan diwariskan. Demikin ditegaskan antropolog Universitas Negeri Makassar, Prof.Dr.H.Darman Manda, M.Hum, di ruang kerjanya, Rabu 24 Desember 2015.

Dijelaskan, proses transformasi kearifan lokal itu terkadang kurang tepat  sehingga menjadi masalah, karena generasi muda terasing dengan budaya  sendiri. ” Generasi baru terutama kalangan mahasiswa harus merawat dan melestarikan nilai kearifan lokal itu, dalam kehidupan keseharian, agar tidak tercerabut dari akar budaya,” tandas Ketua Prodi IPS PPs-UNM ini.

Menurut Dosen Antropologi PPs-Universitas Pajajaran ini, melestarikan dan mewariskan budaya lokal itu, maka pengajaran pada pendidikan formal pada semua jenjang pendidikan menjadi salah satu langkah taktik dan strategis, harus jadi perhatian semua kalangan.

“Pengajaran budi pekerti, akhlak dan sejenisnya sudah perlu dilakukan secara formal di semua jenjang pendidikan. Lewat pendidikan formal itu pewarisan nilai kearifan lokal itu akan lebih mudah dan cepat proses pengenalan dan pewarisannya,” ungkap Darman.

        Keterasingan dengan budaya dan kearifan lokal bagi generasi muda itu, menjadikan generasi penerus  ini mengalami krisis identitas diri, sehingga dalam dinamika kehidupan keseharian  betul-betul tidak memiliki budaya dan kearifan lokal dari lingkungan sosialnya sendiri, tegas doktor antropologi PPs-UNHAS ini.   (ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *