Gubernur Sulsel Resmikan Rumah Sakit Wisata Pertama di Indonesia Timur

Gubernur Sulsel Dr H Syahrul Yasin Limpo SH, Msi, MH, menandatangani naskah perjanjian kerjasama antara RS Wisata UIT dengan BPJS, didampingi Ketua Yayasan Indonesia Timur Dr. H. Haruna (kanan) dan Direktur RS Wisata UIT Dr. dr. Basir Palu. (foto uka RBC)
Gubernur Sulsel Dr H Syahrul Yasin Limpo SH, Msi, MH, menandatangani naskah perjanjian kerjasama antara RS Wisata UIT dengan BPJS, didampingi Ketua Yayasan Indonesia Timur Dr. H. Haruna (kanan) dan Direktur RS Wisata UIT Dr. dr. Basir Palu. (foto uka RBC)

MAKASSAR, RBC – Kota Makassar terdukung melaju menjadi Kota Dunia dengan hadirnya Rumah Sakit Wisata Universitas Indonesia Timur (RS Wisata UIT). Karena, rumah sakit ini menjadi terbesar dan terlengkap di Indonesia Timur. “Dengan grand opening yang kita laksanakan dan sudah diresmikan oleh pak gubernur tadi, maka rumah sakit wisata universitas Indonesia timur ini menjadi rumah sakit yang paling banyak kamarnya dan paling lengkap fasilitasnya dibandingkan dengan seluruh rumah sakit yang ada di Indonesia timur,” kata Dr. H. Haruna, pendiri dan pemilik ‘Indonesia Timur Group” kepada pers, usai acara grand opening kemarin 17/9 di Makassar.

Sekitar pukul 10.00 wita, Gubernur Sulsel Dr. H. Syahrul Yasin Limpo Sh, Msi, MH, turut bertandatangan sebagai saksi di atas naskah perjanjian kerjasama antara RS Wisata UIT dengan BPJS, sekaligus menandai peresmian rumah sakit ini.

Gubernur dalam sambutannya memuji kegigihan Haruna berusaha sehingga kehadirannya di Sulsel sudah berubah status dari pengusaha menjadi investor. “Kita banyak orang seperti Pak Haruna untuk memajukan Sulsel,” kata gubernur disambut tepuk tangan hadirin. “Jadi, tolong Pak Haruna ini dijaga kesehatannya supaya dia terus mengembangkan usahanya. Kan makin banyak usaha, maka semakin banyak pula orang bisa bekerja,” kata gubernur.

Salah satu ruang operasi di RS Wisata UIT. Terlihat dari luar seorang pasien sedang menjalani operasi bibir sumbing. (foto uka RBC)
Salah satu ruang operasi di RS Wisata UIT. Terlihat dari luar seorang pasien sedang menjalani operasi bibir sumbing. (foto uka RBC)

Turut mendampingi gubernur, Kadis Kesehatan Sulsel Dr. dr Rahmat Latief, Kadis Sosial Sulsel Dr. H. A. Gazaling, Kadispenda Sulsel Tau Toto Tanaranggina, Kepala biro Humas Setda Prov. Sulsel Ir. A. Darmawan Bintang MM, dan pejabat Pemprov Sulsel lainnya. Dari pihak Haruna, mendampingi Direktur RS Wisata UIT Prof. Dr Basir Palu Rektor UIT Prof. Dr. Baso Amang, dan pimpinan grup Indonesia Timur lainnya.

RS Wisata UIT yang berada di Jalan Abdul Kadir, Makassar, Sulawesi Selatan, merupakan RS dengan embel-embel ‘wisata’ pertama yang berdiri di Kawasan Timur Indonesia. Ada embel-embel wisata di belakang kata RS, menurut Haruna, karena dia ingin membuat rumah sakit menjadi tempat yang nyaman dan aman, layaknya nginap di hotel. Jika pasien yang dirawat selalu merasa nyaman dan aman, insya Allah akan mudah sembuh,” katanya.

Tak salah jika Haruna mengatakan rumah sakit ini menjadi rumah sakit terbesar, sebab jumlah kamarnya saja tidak kurang 300 buah. Uniknya, rumah sakit yang dibangun berlantai 6 dan dengan bangunan yang memanjang kira-kira 100 meter melintang utara – selatan, dibagi dua peruntukannya dengan hotel.

Haruna dengan bangga mengatakan, RS berlantai 6 miliknya ini setara dengan hotel berbintang. Setiap kamar yang luasnya sekitar 5×4 meter per segi terisi tempat tidur dilengkapi fasilitas layaknya kamar hotel bintang, seperti tv ukuran besar, lemari es, ruang tamu, kamar mandi, dan tentu saja ber-AC. Selain itu, rumah sakit ini dilengkapi fasilitas seperti kafe, mini market bahkan bioskop sekelas ‘21’.

RS Wisata UIT sudah beroperasi beberapa bulan yang lalu, Dan sudah menerima pasien penderita penyakit apa saja. Semuanya sudah berjalan seperti rumah sakit yang sudah lama beroperasi. “Semua perlengkapan medis sudah tersedia. Juga persediaan obat-obatan. Kami punya apotek lengkap. Kami juga sudah punya 63 dokter. Jumlah ini sudah melebihi syarat dari yang ditentukan untuk memenuhi status sebagai rumah sakit type B,” kata Dr. Basir Palu.

Usai meresmikan, gubernur dan rombongan serta para undangan meninjau beberapa ruangan kamar pasien sampai ke ruang ICU dan Operasi. Kebetulan ada pasien sedang menjalani operasi bibir sumbing.(uka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *