Guru Besar UIN Puji Tagline Parepare Peduli

 

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, Prof DR Hamdan Juhannis, MA, Ph.D serius berdialog dengan Walikota Parepare (ist)
Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, Prof DR Hamdan Juhannis, MA, Ph.D serius berdialog dengan Walikota Parepare (ist)

Parepare (rakyatbersatu.com) – Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, Prof DR Hamdan Juhannis, MA, Ph.D,  memuji tagline ‘Parepare Peduli’  yang diusung Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe. Pujian guru besar yang menyelesaikan program magister dan doktor di Canada ini, disampaikan pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Parepare, Kamis, 14 Januari.

“Saya tertarik tadi dengan apa yang dipaparkan Wali Kota Parepare mengenai kosep peduli. Ini sejalan dengan ajaran Rasulullah. Agama kita mengajarkan tentang pentingnya kepedulian, dan inti konsep peduli adalah empati,” kata Prof Hamdan.

Mualid ini dihadiri anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Parepare, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Parepare, Hj, Erna Taufan, tokoh masyarakat serta tokoh agama.  Juga hadir Ketua Bhangkayari (istri Kapolres Parepare).

Prof Hamdan diundang membawakan hikmah Maulid, mengatakan, dirinya tak bisa membayangkan jika ada seseorang yang tak memiliki konsep peduli dalam dirinya. Orang seperti itu kata Hamdan, akan sulit memiliki kepekaaan terhadap sesamanya.

“Inilah yang salah satu diajarkan Rasulullah. Kita diajarkan mengenai pentingnya sikap peduli dan empati kepada orang lain,” kata Hamdan yang banyak memberikan contoh-contoh konkrit meneladani Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Konsep peduli kata dia, sejalan yang dicontohkan Rasulullah pada masyarakat Madina. Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Wali Kota Parepare yang dinilainya cukup visioner.

Prof Hamdan mengingatkan para orang tua untuk waspada terhadap pengaruh globalisasi dan kehidupan modern, utamanya bagi putra putri mereka. Saat ini kata dia, generasi muda lebih memilih figur – figur luar negeri sebagai idola mereka ketimbang mengidalokan pemimpin mereka.

“Generasi muda kita mengalami krisis karakter dan karena itulah maulid dibutuhkan untuk menjaga pengidolaan terhadap pribadi Rasulullah. Kita butuh idolah dan figur teladan, karena rentang antara kehidupan kita dengan Rasulullah sudah terlalu jauh,” katanya.

Sementara Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, dalam sambutannya banyak menyampaikan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai selama dua tahun terakhir. Tahun ini kata Taufan, untuk pertama kalinya APBD Kota Parepare tembus Rp1.05 triliun.

Saat ia menjadi wali kota, APBD Parepare hanya sekitar 600 miliar lebih.  Parepare juga selama dua tahun berturut-turut berhasil menetapkan APBD tepat waktu. “Tahun ini kita juga berhasil menyandingkan Piala Adipura dan Piala Kota Sehat,” papar Taufan.

Taufan mengungkap, berbagai program peduli pun coba dikembangkan pemerintahannya secara perlahan telah dirasakan masyarakat. Salah satunya menaikan jumlah insentif para pegawai syara setiap bulannya.

Ia menegaskan, tahun inovasi yang telah ditetapkannya untuk tahun 2016 bukan lips service (basah basih) tapi akan menjadi payung besar mengawal pemerintahannya selama tahun 2016 ini. Ia mengharapkan, peringatan Maulid tingkat kota tahun ini menjadi momentum tepat untuk meneladani Rasulullah.  (a.rahman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *