H.La Ode Ruslan.B, SE, MM:Bertekad Hadirkan Institut Kesehatan IST Buton

H.La Ode Ruslan.B, SE, MM
H.La Ode Ruslan.B, SE, MM

Buton,– Civitas akademika di STIKES IST Buton bertekad mewujudkan peralihan status dari sekolah tinggi menjadi institut. Proses perubahan itu sedang dipersiapkan, terutama kesiapan sumber daya dosen dan pegawai. “Tuntutan zaman harus segera dihadapi dengan mencetak alumni berkualitas dan berdaya saing,” demikian ditegaskan Ketua STIKES IST Buton, H.La Ode Ruslan.B, SE, MM, Jumat, 29 Agustus 2014.

Perubahan nama dari STIKES IST Buton jadi Institut Kesehatan IST Buton, dengan sebuah harapan, lembaga pendidikan ini akan menjadi kampus rujukan bagi anak-anak bangsa yang ingin mempelajari ilmu-ilmu kesehatan. “Impian itu menjadi ikhtiar sejak dari dulu, selaku warga negara yang turut mengambil peran mencerdaskan anak-anak bangsa, “ungkap Ruslan.

Sumber Daya Dosen
Menggapai impian itu, civitas akademika kampus ini sejak dari awal, telah melakukan langkah strategis dengan mempersiapkan secara bertahap. Pertama dilakukan adalah mempercepat peningkatan kualitas sumber daya dosen. “Dua tahun terakhir ini, sembilan dosen lanjut studi S2 di program pascasarjana Unhas, UGM, Universitas Airlangga, Universitas Indonesia. Ada juga dua dosen sedang lanjut studi di luar negeri yakni di Tasmania Australia,”sebutnya.

Para tenaga pengajar yang lanjut studi setelah kembali akan menjadi sumber daya dosen handal dalam melakukan trasper pengetahuan, kemudian menjadikan alumni semakin berkualitas dan berdaya saing. “Mengelolah kampus, maka dosen berkualitas menjadi aset harus menjadi perhatian serius. Langkah selanjutnya, dosen yang sudah meraih magister secara bertahap akan disekolahkan lagi ke jenjang program S3 pada bidang kesehatan,” ungkap Ruslan.

Kurikulum juga terus disempurnakan, materi pembelajaran disesuaikan dengan tuntutan pasar kerja. Laboratorium serta koleksi perpustakaan juga menjadi perhatian utama. Perpustakaan dan laboratorium seakan jantungnya kampus, sehingga setiap saat harus ditata dan disempurnakan peralatan dan koleksi bukunya.

Perubahan status jadi institut, juga akan dilakukan peningkatan status program studi. Ketika para dosen lanjut S3 sudah menyelesaikan studinya, maka langkah selanjutnya lagi adalah segera membuka progam S2 ilmu kesehatan. Impian itu diupayakan terwujud menjelang peralihan status kampus.

Penataan peningkatan status akreditasi dari BAN-PT untuk tiga prodi yang dibina, juga terus diupayakan meningkatkan perolehan status minimal meraih nilai B atau A.” Selain itu status akreditasi institusi yang menjadi amanah dari UU Pendidikan Tinggi, juga akan segera diraih dengan kerja keras dari seluruh civitas akademika,” tegas Ruslan.

Kualitas Alumni
Kualitas alumni juga jadi perhatian pengelola, lokasi kerja praktek sengaja dipilih tempat di luar Buton, ada ke Makassar, Jakarta, Bandung dan Bali dengan harapan, mahasiswa semakin lama berjalan semakin banyak di lihat, sehingga akan memberi pengaruh dalam merumuskan masa depan kelak, setelah dinyatakan lulus dari proses perkuliahan di kampus.

Pengalaman diperoleh pada rumah sakit atau pusat pelayanan kesehatan di kota besar itu, tentu akan mengubah kesan dan pengetahuan akan proses pelayanan kepada pasien. Selain itu mahasiswa juga secara langsung bersentuhan dengan teknologi terbaru dalam dunia medis.

“Materi mata kuliah yang diberikan dalam proses belajar disesuaikan kurikulum serta kerja praktek di rumah sakit dan pusat pelayanan kesehatan dikelolah pemerintah dan swasta, akan mencetak alumni sudah siap pakai dengan kualitas memiliki daya saing tinggi,” tandas Ruslan.

Pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, dilakukan setiap saat dengan upaya lebih mendekatkan civitas akademika kampus dengan masyarakat. “Pembukaan klinik kesehatan yang kelak akan jadi rumah sakit, menjadi media untuk semakin dekat dengan masyatakat. Pemberian pelayanan kesehatan dasar kepada warga membutuhkan adalah bagian dari misi yang diemban kampus,” ungkap Ruslan.

Mendekatkan kampus dengan calon mahasiswa, setiap saat kampus melakukan sosiolisasi kepada SLTA di Buton Raya dengan membagi brosur dan informasi kampus. Selain itu juga sering melakukan bakti sosial dengan jenis kegiatan langsung bersentuhan dengan masyatakat, di antaranya sunatan massal, pemgobatan gratis dan kegiatan sosial lainnya.

“Semua kegiatan itu dilaksanakan dengan sebuah harapan, kampus lebih dikenal dan masyarakat Buton Raya dan sekitarnya menjadikan sebagai kampus rujukan bagi anak-anak mereka jika ingin menuntut pada studi ilmu-ilmu kesehatan,”pungkasnya.(ym)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *