Haedar Nashir Peroleh Suara Tertinggi di Muktamar Muhammadiyah

HASIL MUKTAMARMakassar (Rakyatbersatu) .- “Hanya” menempati urutan ke-10 dalam pemilihan calon tetap Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Sidang Tanwir, Ahad lalu (2 Agustus 2015), Haedar Nashir akhirnya memperoleh suara tertinggi pada Pemilihan Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2015-2020, di arena Muktamar Muhammadiyah ke-47, Kampus Unismuh Makassar, Rabu malam, 5 Agustus 2015.

Haedar Nashir yang sehari-hari dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), meraih 1947 suara, unggul 19 suara atas Yunahar Ilyas yang memperoleh 1928 suara.

Urutan ketiga ditempati Dahlan Rais (1827), selanjutnya Busyro Muqoddas (1811), Abdul Mu’ti (1802), Anwar Abbas (1436), Muhadjir Effendy (1279), Syafiq Mughni (1198), Dadang Kahmad (1146), Suyatno (1096), Agung Danarto (1051), Goodqill Zubir (1049), dan Hajriyanto Y Tohari (968).

Total suara keseluruhan sebanyak 2389, tetapi 38 suara dinyatakan tidak sah. Dengan demikian, suara yang sah sebanyak 2351.

Perhitungan suara dilakukan melalui sistem e-counting dan progresnya disiarkan secara langsung melalui internet (http://regmuktamar.muhammadiyah.or.id/voting/muhammadiyah/index.html)

Dengan perolehan suara tersebut, maka peluang Haedar Nashir untuk menggantikan Din Syamsuddin sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2015-2020, tetapi keputusan tersebut baru akan diambil dalam musyawarah di antara 13 formatur terpilih tersebut.

Ketua Panitia Pemilihan, Dahlan Rais, mengatakan, para formatur tersebut akan mengadakan musyawarah pada Kamis pagi, pukul 10.30 Wita, untuk memilih siapa di antara mereka yang jadi ketua umum dan siapa yang jadi sekretaris umum.

Ditanya soal calon kuat ketum PP Muhammadiyah, Ketua Panitia Pemilihan Dahlan Rais menyatakan peraih suara terbanyak memang merupakan calon terkuat. Peraih suara terbanyak akan ditanya pertama kali soal kesediaannya menjadi ketum PP Muhammadiyah.

“Benar, peraih suara terbanyak yang paling berpeluang. Namun kalau menyatakan tidak bersedia, mungkin menyatakan amanat ini terlalu berat, ya bisa calon lain,” ujarnya.

Musyawarah 13 formatur PP Muhammadiyah terpilih akan dipimpin langsung oleh Dahlan Rais selaku ketua panitia pemilihan. Ke-13 PP Muhammadiyah terpilih diberi waktu satu jam untuk bersidang memutuskan ketum dan sekum.”Biasanya tak sampai satu jam sudah selesai,” katanya.

 

Kader Tulen

Haedar Nashir yang kelahiran Bandung, 25 Pebruari 1958, adalah kader tulen Muhammadiyah.            Suami dari Siti Noordjannah Djohantini (Ketua Umum PP Aisyiyah) ini pernah menjabat Ketua I PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (1983-1986), kemudian di PP Pemuda Muhammadiyah (1985-1990), Ketua Badan Pendidikan Kader (BPK) dan Pembinaan Angkatan Muda Muhammadiyah (BPK-PAMM) PP Muhammadiyah (1985–1995, 1995-2000).

Selanjutnya, Haedar Nashir yang sehari-hari dosen Fisipol Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta (UMY) menjabat Sekretaris PP Muhammadiyah (2000-2005), dan pada dua periode berikutnya (2005-2010 dan 2010-2015) menjabat sebagai Ketua PP Muhammadiyah. (win)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *