Hebat! Presiden Pilih 9 Perempuan Jadi Pansel KPK

jokowi-jkJakarta.RBC. Presiden RI, Joko Widodo kembali membuat masyarakat Indonesia tercengang. Pasalnya, mantan Gubernur DKI ini memilih 9 perempuan  cerdas untuk menyeleksi calon pimpinan KPK. Presiden yakin mereka memiliki integritas yang tinggi, dan tidak mudah disusupi kepentingan politik.

Belum jelas mengapa Presiden Jokowi memilih 9 perempuan ini jadi Pansel KPK ketimbang pria. Apakah ini dilatar belakangi keraguan akan sesuatu hal ataukah ini merupakan bentuk keyakinan presiden bahwa perempuan juga bisa menentukan siapa yang layak untuk memimpin KPK.

Mensesneg Pratikno yang ditemui wartawan usai mengantar Presiden di Lanud Halim Perdana Kusuma, Kamis 21 Mei 2015 juga tidak memberi komentar yang jelas.”Jadi kalau ketemunya semuanya perempuan ya kemudian pertanyaannya sama saja kalau ketemunya laki-laki semua,” seloroh Mensesneg Pratikno.

Pratikno mengakuo bahwa‎ banyak pihak yang sudah memberikan masukan, hingga terkumpul 40-an nama. Kemudian Jokowi membaca satu persatu profil mereka.Kemudian emutuskannya.

Penunjukkan 9 perempuan ini juag diapresiasi oleh sejumlah pengamat. Ahli Hukum Tata Negara, Margarito misalnya, Dia memuju langkah Jokowi yang mengubah mainstream. Kalau dulu semua pansel semua di isi laki-laki, kini semua perempuan. ” Ini langkah bagus! Saya dukung,” ujar Margarito.

Menurutnya, 9 perempuan yang dipilih presiden adalah pemikirt yang hebat.”Mereka pemikir yang hebat. Bukan kaya Pansel KPK yang dahulu, lelaki semua, ahli hukum semua memang mau buat ‘dokter hukum’ disertasi hukum,” papar Margarito.

Meski demikian, Margarito mengingatkan kepada 9 perempuan pilihan  presiden tersebut agar memperkuat iman. Sebab tidak menutup kemungkinan ada saja pihak berusaha menintervensi. Sebisanya mencegah permainan politik, itu yang terbaik.

Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR pun senang atas Pansel KPK pilihan Presiden Jokowi. ” Alhamdulilah, berarti ada cinta nanti di KPK. KPK memang perlu cinta, KPK tidak memerlukan kekuasaan, ” sebut Fahri di Gedung DPR Senayan.

Fahri Hamzah yang kerap tidak setuju dengan kebijak Jokowi ini menaruh harapan besar kepada 9 perempuan cerdas ini. ” Semoga saja mereka mampu memilih komisioner KPK yang tidak suka unjuk kejagoan, tetapi komisioner yang pemikir, tidak sekedar membuat orang malu,” terang politisi PKS ini.

9 Perempuan Pansel KPK
1. Destry Damayanti, M.Sc. Perempuan ini adalah ahli ekonomi, keuangan dan moneter. Destry juga saat ini menjabat sebagai Chief Executive Director. Destry didaulat Jokowi sebagai Ketua Pansel yang merangkap anggota.
2. Dr Enny Nurbaningsih, SH. Perempuan ini dikenal sebagai pakar hukum
tata negara. Beliau juga merupakan Ketua Badan Pembinaan Hukum
Nasional (BPHN). Enny ditugaskan menjadi Wakil Ketua sekaligus
merangkap anggota Pansel KPK.
3. Prof. Dr. Harkristuti Haskrisnowo, SH, LLM. Beliau adalah pakar hukum
pidana dan HAM. Prof ini juga merupakan Ketua Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Kemenkumham. Harkristuti didapuk sebagai anggota
Pansel KPK.
4. Ir. Betti S Alisjabana, MBA. Perempuan ini adalah ahli IT dan manajemen.
Beliau juga pernah menjabat sebagai Presiden Direktur IBM pada tahun
2000. Betti bertugas sebagai anggota Pansel KPK.Next
5. Dr. Yenti Garnasih, SH, MH, yang berlatar belakang pakar hukum pidana
ekonomi dan pencucian uang. Perempuan bergelar Doktor ini juga bertugas
sebagai dosen hukum pidana di Universitas Trisakti. Yenti didaulat Jokowi
sebagai anggota Pansel KPK.
6.Supra Wimbarti, M.SC, Ph.D. Perempuan ini merupakan ahli psikologi
SDM dan pendidikan. Dia juga merupakan Dekan Fakultas Psikologi UGM.
Supra bertugas sebagai anggota Pansel KPK.
7.Natalia Subagyo, M.Sc. Perempuan ini seorang ahli tata kelola
pemerintahan dan reformasi birokrasi. Dia juga pernah menjabat sebagai
anggota Tim 9 PSSI. Natalia didaulat sebagai anggota Pansel KPK.
8.Dr. Diani Sadiawati, SH, LLM. Beliau adalah ahli hukum. Dia juga
menjabat sebagai Direktur Analisa Peraturan Perundang-undangan Bappenas.
Jokowi menempatkan Diani sebagai anggota Pansel KPK.
9.Meuthia Ganie Rochman, Ph.D. Perempuan ini adalah ahli sosiologi korupsi
dan modal sosial, yang merupakan dosen Fisip Universitas Indonesia. Jokowi
menugaskan Meuthia sebagai anggota Pansel KPK. (bbs/dtc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *