Helda Sanira, Religi Sepanjang Tahun

Helda dan Aliyah, sang adik
Helda dan Aliyah, sang adik

BAGI biduanita Helda Sanira, tak ada istilah terlambat dalam upaya ber-religi-ria. Kendati, album religi perdananya bertajuk Istiqomah Dalam Iman, baru rampung dan siap edar pada pertengahan Ramadhan 1436 H,  karyawati perusahaan BUMN ini, tetap bersemangat mempromosikans lagu-lagu religi andalannya seperti Marhaban Yaa Ramadhan,  Ku Bersujud  dan Memujimu Ya Allah, dengan tampil di beberapa mal kawasan Jabodetabek.

“Melantunkan dan merekam lagu-lagu religi  merupakan obsesi saya sejak lama. Karenanya, walau terkesan agak terlambat dilansir ke pasaran disaat pertengahan Ramdhan tahun ini, saya tetap bersemangat dan penuh percaya diri. Pasalnya, berbeda dengan kebanyakan album religi yamg beredar di pasaran belakangan,  album perdana saya bertajuk Istiqomah Dalam Iman bisa didengar dan dinikmati sepanjang tahun,”  papar Helda Sanira kepada RB.Com  selepas tampil di ITC Permata Hijau – Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Menurut penynayi  pop orbitan Deddy Dores bersaudara pemilik album Cinta Dalam Noda lansiran tahun (1994), Masih Mungkinkah  karya M. Nizar (1996) dan album Kompilasi Slow Rock bersama almarhum Ricky Dores ini, album religi miliknya berpotensi dinikmati di luar bulan Ramadhan tak terlepas dari materi lagu pilihan pendukung. “Selain lagu Marhaban Yaa Ramadhan untuk menyambut datangnya bulan puasa, lagu Yaa Rosuulallah Salaamun Alaik, cosok untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Begitu pula lagu Syair  Tallbiyah yang disuguhkan dengan nada Bayati (nada dalam mmbaca Al Qur’an, red), untuk menyambut musim Haji, serta lagu Meraih Kemenangan cocok diperdengarkan dalam suasana lebaran, Pokoknya, 10 lagu yang saya suguhkan bersama Aliyah – sang adik dan putranya – Daffa, cocok diperdegarkan dalam suasana  hari-hari besar Islam sepanjang tahun,” jamin Helda yang pada 2014 lalu sukses melansir album kompilasi bertajuk Cinta itu.

Sesuai judul album Istiqomah Dalam Iman, lagu-lagu usungan Helda – Aliyah – Daffa, banyak mengingatkan khalayak pendengar kepada Allah SWT – Sang Maha Agung – penguasa alam semesta bersama isi dan ciptaannya. “Kita milik-Nya. Atas kehendak-Nya kita ada. Dan atas takdir-Nya pula kita akan kembali kepada-Nya,” tandas Helda yang demi upaya menambah kekentalan nuansa lagu-lagu religi Islami banyak mengumbar syair dalam bahasa Arab, menutup pembicaraan. * (naskah dan foto – ata)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *