How to Train Your Dragon 2 Lebih Emosional

dragon2JAKARTA, RB.Com- PUJIAN penera film Rotten Tomatoes tanpa ragu menyebut film animasibahwa secara penceritaan lebih emosional, dan secara animasi lebih cantik – tampaknya tak berlebihan. Termasuk prediksi bernuansa memastikan jika film itu, bakal menyamai sukses bahkan melebihi kesuksesan pendahulunya;  film How to Train Your Dragon.

Film yang sudah diputar perdana di Cannes Film Festival 2014, 16 Mei silam dan oleh majalah Variety disebut sebagai sekuel yang sangat kuat. Sehingga rumah produksi film DreamWorks Animation disebut tidak keliru menunjuk Dean DeBlois sebagai penulis dan sutradaranya.    Betulkan  sebaik itu film yang diklaim lebih berani dari film animasi Brave, dan lebih lucu dari film animasi Frozen benar adanya ?

Sebab, laman lainya, yaitu The Playlist tetap mencatat ada yang kurang dari film ini, karena dinilai tidak sekuat atau semenggigit pendahulunya bahkan  tergolong mengecewakan.  Yang pasti How to Train Your Dragon 2 masih dibungkus dalam genre animasi aksi komedi, dan masih beranjak dari seri buku karya Cressida Cowell. Menurut rencsna, film rilisan pertama tahun 2010 ini, tetap akan dibuatkan triloginya. Dan di tangan Dean DeBlois, film yang sulih suaranya diisi Jay Baruchel, Gerard Butler, Craig Ferguson, America Ferrera, Jonah Hill, Christopher Mintz-Plasse, T.J. Miller dan Kristen Wiig, plus Kit Harington, Cate Blanchett dan Djimon Hounsou, siap menggebraka bioskop  mulai 13 Juni 2014 lalu

Kisah tentang penakluk naga bernama Hiccup, tetap akan menjadi menu utama di film ini, dengan konflik yang lebih besar.  Yang membuatnya harus mengambil sikap antara umat manusia dan naga, atau berdiri di tengah-tengahnya.   Sutrdara film ini mengaku, jika dia harus menonton ulang film masa remajanya The Empire Strikes Back dan My Neighbor Totoro, sebagai sumber inspirasi film besutannya. Harapannya, film yang menyasar semua usia penonton itu, menjadi lebih emosional, sekaligus menyenangkan.

Untuk menunjukkan keseriusan penggarapan film ini, beberapa animatornya bahkan harus pergi Laut Utara di Norwegia, agar penggambaran salju di lingkungan itu, tergambarkan seril mungkin sebagai suasana di negeri Skandinavia seperti di kota Oslo, Bergen, dan Fjords. Hasilnya tidak main-main, penggambaran versi animasinya diklaim tak kalah dengan gambar aslinya. Apakah How to Train Your Dragon 2 benarbenar lebih emosional, dan lebih cantik. Silahkan anda tonton dan ambil kesimpulan sendiri. * (naskah – a t a)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *