IAS Bantah “Pecah Kongsi” dengan DP

IAS N DP asMakassar, RB – Berita tentang terjadinya “pecah kongsi” antara Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mantan Walikota Makassar dengan Mohamad Ramadhan Pomanto (DP) yang dimuat sebuah harian terbitan Makassar beberapa hari lalu, menyisakan tanda tanya bagi banyak warga Kota Makassar.

Mereka menyayangkan jika itu benar-benar terjadi, sebab semua orang tahu bahwa hubungan IAS dengan DP sudah lama terjalin. Ketika IAS menjabat Walikota Makassar dua periode, DP ditunjuk sebagai salahseorang staf ahli bidang perencanaan tataruang kota. Maklum, DP dikenal seorang arsitek level nasional yang sukses. Desain bangunan yang dibuatnya banyak dipakai untuk pembangunan kantor-kantor pemerintah di negeri ini. “Terus terang, ilmu arsitek Pak Danny banyak mengilhami saya menata dan membangun Makassar,” kata IAS di berbagai kesempatan.

Bahkan, saking dekatnya kedua tokoh ini, IAS menjadi “sponsor” DP yang berpasangan dengan Deng Ical dalam Pilkada Walikota Makassar tahun 2013, dan sukses memenangi pilkada tersebut sehingga DP jadi Walikota Makassar menggantikan IAS yang dua periode menjadi Walikota Makassar. Lalu, setelah DP dilantik jadi Walikota Makassar, dengan gamblang di depan umum, DP menjelaskan bahwa IAS diangkatnya sebagai Ketua Tim Penasihat Walikota. “Saya tetap belajar kepada Pak Ilham bagaimana caranya memimpin kota dengan baik,” kata DP kepada RB.com.

Itu sebabnya, sepertinya publik sulit menerima jika kedua sahabat kental ini tiba-tiba diberitakan “pecah kongsi”. Dan, IAS dengan DP tidak mau membantah berita koran tersebut, akan tetapi “membantah’ dengan memperlihatkan kekompakan dan keakraban keduanya pada pembukaan acara gerak jalan sehat dalam rangka memperingati HUT ke 407 Kota Makassar, di Lapangan Karebosi (2/11/2014). Mereka berdua terlihat mengenakan kaos warna biru, seragam panitia, dan berdua mendampingi Wapres JK yang diundang khusus melepas peserta jalan sehat.

Kepada wartawan IAS mengatakan, kehadirannya di acara tersebut, sebagai warga Makassar yang ingin meramaikan hari ulang tahun kotanya, sehingga tidak ada hal yang istimewa jika dirinya terlihat bersama Danny Pomanto di acara tersebut. “Sekarang saya tegaskan kepada Anda, saya tidak ada masalah dengan Pak DP, dan hubungan kami berdua tetap terjalin dengan baik,” kata IAS dengan wajah ceria.

Konon, “pecah kongsi” itu terjadi disebabkan DP dilamar oleh Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo untuk dijadikan Ketua Partai Golkar Makassar, padahal pada Pilkada walikota, DP didukung sepenuhnya oleh Partai Demokrat – yang waktu itu di tingkat Sulsel diketuai oleh IAS. Lalu, mengapa DP mau jadi ketua Golkar Makassar? “Ah, belum ada pembicaraan sampai ke tingkat teknis seperti itu,” DP menyanggah. (uka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *