IAS: Masyarakat Tahu Saya Bukan Koruptor

Ilham Arief Sirajuddin (ist)
Ilham Arief Sirajuddin (ist)

Jakarta.RBC. Mantan Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS) pasca memenangkan gugatan praperadilan atas KPK di Pengadilan Negeri Jakarta. Selasa 12 Mei 2015 menegaskan bahwa tidak akan meminta namanya direhabilitas, kendati Hakim tunggal Yuningtyas Upie Kartikawati memutuskan hal tersebut.

“Pemulihan nama baik itu saya kira tidak perlu saya lakukan. Masyarakat sudah tahu bahwa saya bukanlah koruptor, “kata IAS saat jumpa pers di Cafe Rolling Stone Jl Ampera Jakarta Selatan, Selasa (12/5/2015)

Dikatakan IAS sejak awal ditetatapkan sebagai tersangka ia menjalani hidup seperti biasa saja. Sebab dia sangat yakin bahwa tidak pernah melakukan tindak pidana korupsi.Dan ternyata masyarakat Makasar juga tidak melihatnya sebagai koruptor.

“Saya kira lembaga KPK dikelola oleh manusia yang bisa membuat kesalahan. Tidak perlu menyalahkan siapa-siapa. Kedepan saya serahkan sepenuhnya prosesnya pada kuasa hukum‎, ” kata Ilham seraya berharap KPK tidak lagi melakukan penyidikan atas kasus tersebut.

Dikesempatan itu juga Ilham menegaskan bahwa tidak ada campur tangan pihak lain atas putusan yang membebaskan dirinya dari status tersangka korupsi, apalagi mengkaitkan kedekatannya dengan Jusuf Kalla. “Ini hukum. Tidak ada hubungan dengan Pak JK,” kata Ilham

IAS mengatakan menghormati JK sebagai orang tua dan guru politik.”Sebagai orang tua, mungkin beliau mendoakan saya. Namun, beliau sosok pemimpin dan tidak akan masuk ke ruang (ikut campur) itu,” sambungnya.

Ilham sendiri ditetapkan sebagai tersangka sejak setahun lalu tepatnya pada 7 Mei 2014. Dia diduga melakukan korupsi dalam kerjasama rehabilitasi kelola dan transfer untuk instalasi PDAM Makassar tahun 2006-2012. Sejak saat itu, KPK belum melanjutkan perkara Ilham.

Salah satu pengacara IAS, Asmar Oemar mengatakan dengan gugurnya status tersangka itu, maka hak berpolitik Ilham pun dikembalikan. Padahal sebelumnya, Ilham yang menjabat sebagai ketua DPD I Demokrat Sulsel mengundurkan diri karena menjadi tersangka KPK.”Seluruh hak politik dan berkompetisi dalam pemilu sudah kembali,” ucap Asmar.

Sementara itu, KPK menghormati putusan praperadilan itu atas IAS sepenuhnya. KPK mengaku kurang tanggap dalam membaca situasi, yakni praperadilan kini sudah dapat mengadili status tersangka. Imbasnya substansi penyidikan harus diungkap selengkap-lengkapnya di praperadilan, yang menjadikannya mirip seperti persidangan pokok perkara.

“Kami memahami adanya perubahan mendasar terkait putusan MK, di mana penetapan tersangka juga menjadi obyek praperadilan,” ujar Plt Pimpinan KPK Johan Budi.

Johan Budi menegaskan bahwa ada kemungkinan KPK akan menetapkan IAS sebagai tersangka.”Saya kira kemungkinan itu bisa saja dilakukan. Praperadilan itu tidak membicarakan substansi materi penyidikan tapi berkaitan dengan prosedur,” ucapnya.

“Kita lihat dulu putusan hakim ini seperti apa. Apa yang kurang dalam proses KPK menetapkan Ilham sebagai tersangka. Nanti dipelajari dulu. Kalau ada hal-hal yang ternyata kita punya misalnya, bisa saja itu dilakukan langkah untuk menerbitkan surat perintah penyelidikan atau penyidikan yang baru. Kita Tunggu dulu pertimbangan hakimnya. Kita pelajari dulu,” imbuh Johan. (yd/bbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *