Indonesia Miliki Tank Terbanyak di Asia Tenggra

Tank Anoa buatan Pindad (ist)
Tank Anoa buatan Pindad (ist)

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Purnawirawan Pramono Edhie Wibowo mengatakan, Indonesia kini memiliki mobil tempur (tank) terbanyak di Asia Tenggara.
‘’Terakhir kita membeli tank canggih sebanyak 150 unit dengan harga 280 juta dolar AS,’’katanya ketika berbicara di depan 224 orang mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan di gedung Balai Kartini Bantaeng, Senin (4/11).

Jenderal Edhie yang tampil bersama Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah pada dialog kebangsaan tersebut mengangkat tema Yang Muda Yang Membangun.

Ipar Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono itu mengatakan, pembelian kendaraan lapis baja sebanyak itu merupakan keberhasilan tersendiri sebab dilakukan tanpa perantara.

‘’Semula, dengan uang sebanyak itu, kita hanya bisa memperoleh 44 unit. Namun setelah kita langsung ke industrinya, ternyata kita diberi harga pantas lengkap dengan peluru siap tempur,’’ ujarnya.

Atas keberhasilan tersebut, Pramono Edhie Wibowo kemudian dipanggil Presiden karena ada yang melapor salah, namun setelah dijelaskan, akhirnya Presiden SBY mengerti.

‘’Ketika itu, saya diiming-imingi sejumlah uang agar pembelian dilakukan melalui broker, namun saya bertekad membeli sesuai kebutuhan bangsa dan Negara. Makanya saya dilapor. Namun, Alhamdulillah, setelah saya jelaskan, akhirnya dapat dimengerti,’’ tambahnya.

Dengan tambahan kekuatan system pertahanan keamanan Negara tersebut, Indonesia kini semakin disegani, terutama Negara tetangga.

Karena itu, ia berharap, mahasiswa dapat mempersiapkan diri mengambil alih tongkat kepemimpinan untuk membawa bangsa ini ke masa depan.

‘’Aku ingin generasi muda bisa lebih hebat dari generasi sebelumnya. Aku hanya bisa menitip semangat untuk membawa bangsa yang besar ini menjadi bangsa yang benar-benar disegani,’’ urainya.

Bahwa bangsa ini belum sempurna, menjadi tugas generasi muda untuk lebih mengenali bangsamu dengan benar. ‘’Jangan mengadaptasi yang jelek, apalagi bangga terhadap bangsa lain,’’ tandasnya.

Bangsa lain belum tentu hebat seperti yang biasa kita lihat di TV. Buktinya, ketika Pramono Edhie tugas belajar ke AS. Pada beberapa kesempatan praktek lapangan, ternyata mereka itu hanya pandai teori.

Badannya yang besar belum tentu mengalahkan kita yang berbadan lebih kecil. Di lapangan ternyata kita lebih unggul, terlebih kita memiliki banyak pengalaman, urai putra kelima Jenderal Sarwo Edi yang lama bertugas di Timor Timur.

‘’Saya sudah mendatangi lebih dari 40 negara di dunia, namun saya semakin bangga menjadi bangsa Indonesia,’’ tuturnya lagi seraya mengatakan, bila masih ada generasi yang kurang puas, bangunlah yang lebih baik karena bukan berarti tidak ada yang dicapai bangsa ini.

Ia kemudian memuji para mahasiswa yang mengabdikan diri terhadap masyarakat desa melalui program KKN Kebangsaan. ‘’Fahami yang kecil agar dapat membangun yang besar,’’ pesannya.

Ia juga mengatakan, resapi dan dalami kehidupan masyarakat desa. Bagaimana mereka hidup damai dengan gotong royong yang sangat berbeda dengan masyarakat kota.

Contohlah Bupati Bantaeng, seorang teknokrat yang berhasil membangun daerah tertinggal menjadi daerah maju.

Pelajari, bagaimana pak Bupati membangun agar kelak mendapat pengalaman berharga yang mungkin saja bisa diterapkan sekembalinya ke kampung halaman masing-masing.

‘’Kamu tak akan mengenal bangsamu bila tidak turun ke desa sebab negeri ini berawal dari desa,’’ tambahnya lagi sembari mengajak seluruh generasi muda, terutama mahasiswa lebih peduli.

‘’Kita tidak boleh minder. Kita harus yakin pada diri sendiri. Bahwa keadaan kita belum sempurnah, itu karena kita masih dalam tahap belajar. Jangan menyerah. Perkuat hati sebab dengan hati kita bisa menjalani apa saja,’’ tuturnya.(hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *