Indonesia Terancam Jadi Pengimpor Kopi

Penandatangan MOU pd Workshop Pengembangan kopi Bawakaraeng (ist)
Penandatangan MOU pd Workshop Pengembangan kopi Bawakaraeng (ist)

Bantaeng, Jika tanaman kopi masyarakat tidak mendapat perhatian serius, Indonesia terancam akan menjadi negara pengimpor kopi.

‘’Bila kita tidak mulaia dari sekarang, pada tahun 2030 kita akan menjadi negara pengimpor kopi,’’ kata Project Director Coffee Yapensa Zaenudin Toyib menjawab wartawan pada Workshop Pengembangan Kopi Spesiality di Kawasan Bawakaraeng di Gedung Balai Kartini Bantaeng, Rabu (27/8).

Workshop yang berlangsung sehari dan diikuti pejabat Dinas Perkebunan dan petani Kabupaten Gowa, Sinjai, Bulukumba, Jeneponto dan Bantaeng tersebut dibuka Bupati Bantaeng yang diwakili Asisten III bidang Administrasi H Bakhtiar Karim.

Menurut Zaenudin Toyib,  indikasi dijadikannya Indonesia menjadi Negara tujuan ekspor ekspor oleh negara-negara penghasil kopi dunia antara lain produksi  yang cenderung menurun karena kopi masyarakat tidak terpelihara sementara konsumsi kopi semakin meningkat.

Konsumsi terutama dari kalangan kelas menengah yang juga meningkat tajam akibat perbaikan ekonomi. ‘’Peningkatan konsumsi ini seharusnya bisa diantisipasi karena potensi lahan kita memungkinkan,’’ jelasnya.

Data statistik perkebunan menunjukkan, areal penanaman kopi secara keseluruhan sebanyak 19 ribu Ha. Sekitar 5000 ha diantaranya untuk kopi arabika.

Dari jumlah tersebut, keluarga petani yang terlibat sebanyak 28 ribu kepala keleuarga (KK).

Ia juga mengatakan, rata-rata produksi kopi di Sulsel sebanyak 500 kg/Ha sehingga rata-rata dalam setahun hanya mencapai 2000 ton/tahun.

Karena itu, Yapensa siap membantu petani yang pada tahap awal kita kembangkan kopi jenis arabika di lima kabupaten yang berada di kaki Gunung Bawakaraeng.

‘’Kita berharap, 3 tahun ke depan, kopi Bawakaraeng ini sudah bisa dipatenkan sehingga Sulsel memiliki 3 jenis kopi yang terkenal yakni Kopi Kalosi, Kopi Toraja dan Kopi Bawakaraeng,’’ tandas Zaenudin.

Ini penting untuk menjawab permintaan pasar yang terus meningkat. Produksi kopi nasional selama ini mencapai 400 ribu ton, namun konsumsi juga terus melaju, tambahnya.(hms/yd)  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *