Industri Stainles Dunia Tunggu Produksi Bantaeng

stainlesBantaeng, – Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengatakan, industri stainles dunia kini gelisah menunggu produksi smelter dari Bantaeng.

Itu karena industri di berbagai negara kini tergantung dengan bahan baku dari Indonesia, terutama dari Bantaeng yang diharapkan segera berproduksi.

Hal itu dikemukakan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah pada penandatanganan naskah kerjasama Memorandum of Understanding (MOU) antara PT Semen Tonasa dengan industri pemurnian nikel di kawasan Bantaeng Industrial Park (BIP).

Penandatanganan naskah MOU yang disaksikan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah, Wakil Bupati H Muhammad Yasin, Ketua DPRD Hj Novrita Langgara dan Wakil Sekjen Menteri Koordinator Perekonomian RI,  Dr Totok Hari Wibowo berlangsung di Balai Kartini Bantaeng, Sabtu (26/7).

Penandatangan dilakukan Dirut PT Semen Tonasa Ir H Unggul Attas MBA dengan Dirut PT Huadi Nickel Alloy Indonesia Waleed Kh Theyab, Dirut PT Bantaeng Zigma Energy Ir Irzan Yuswar, Dirut PT Bissappu Energy Biru Roger Kwee, Presdir PT China Harbour Indonesia Mr Shen Chao dan Chief Financial Officer PT Titan Mineral Utama.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah juga menandatangani naskah MOU dengan PT China Harbour Indonesia dan PT Bantaeng Industrial Pratama disaksikan Wakil Ketua Kadin Indonesia Vince Gowan.

Menurut Bupati Bantaeng, untuk memenuhi kebutuhan industri di berbagai Negara, industri pemurnian nikel di kawasan Bantaeng Industrial Park (BIP) diharapkan segera beroperasi.

Dari 8 industri yang siap di kawasan BIP, ada 2 industri yang diharapkan paling siap berproduksi pada akhir 2015 masing-masing PT Bantaeng Sigma dan PT Titan Mineral Utama.

Keduanya diharapkan lebih cepat karena sudah melakukan konstruksi. Pemda juga untuk sementara menghentikan permintaan izin untuk industri sejenis.

Soal perizinan, diakuinya lebih mudah dan tanpa bayaran disertai jaminan kepastian dengan layanan maksimal, ujarnya.

Dirut PT Semen Tonasa H Unggul Attas beterima kasih kepada Perusda Bantaeng yang memberi kesempatan untuk turut berpartisipasi dalam pembanguan di Bantaeng.

Industri milik kelompok usaha Semen Indonesia yang berkapasitas 6 juta ton ini merupakan yang terbesar di kawasan timur Indonesia (KTI).

Khusus tahun 2014, terang Unggul Attas, pihaknya akan memproduksi semen sebanyak 6,7 juta ton. Jumlah tersebut diharapkan cukup untuk mensuplai kebutuhan pembangunan di KTI.

Hingga kini, terang Dirut PT Semen Tonasa, pihaknya menguasai 65 persen pasar di Sulsel, sedang untuk KTI, PT Semen Tonasa menguasai 40 persen pasar.

Penguasaan pasar tersebut berkat komitmen terhadap kualitas yang tetap dipertahankan oleh perusahaan. Ia berharap, kerjasama yang lebih baik terhadap investor yang menanam modal di Sulsel.

Presiden PT China Harbour Indonesia Mr Shen Chao pada kesempatan itu mengemukakan keyakinannya terhadap rencana pembangunan kawasan BIP yang akan dilakukan di atas lahan seluas 3000 ha.

‘’Dari beberapa kali pertemuan, kami semakin yakin dan optimistis, proyek kawasan yang akan dikelolan China Harbour akan tercapai lebih cepat, terlebih adanya dukungan yang baik dari Pemda,’’ ujarnya.

Pembahasan yang dilakukan selama sudah semakin detail dari semula yang dipikirkan. Karena itu, kami yakin bisa lebih cepat berjalan, tambah Mr Shen Chao.(hms/yd)  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *