Ini Ole-ole Danny dari Jepang untuk Masa Depan Makassar

Walikota Makassar Danny Pomanto ketika memberikan keterangan pers, Rabu, 21/1, didampingi Kadis PU Makassar Andi Ansar dan Kabag Humas Pemkot Makassar Tenri A. Palallo (kiri). foto uka/RBC
Walikota Makassar Danny Pomanto ketika memberikan keterangan pers, Rabu, 21/1, didampingi Kadis PU Makassar Andi Ansar dan Kabag Humas Pemkot Makassar Tenri A. Palallo (kiri). foto uka/RBC

Makassar, RBC – Kendati hanya sehari di Jepang, Walikota Makassar Danny Pomanto pulang membawa ole-ole untuk kemajuan dan masa depan Kota Makassar. Konkretnya berupa, 3 MoU (Memory of Understanding) yang merupakan kesepakatan kerjasama dan kesepahaman antara Pemerintah Kota Makassar dengan Pemerintah Jepang.

Ketiga Mou tersebut berisi, pertama; Pemkot Makassar dan Pemerintah Jepang bekerjasama membangun sistem jaringan bawah (ducting share). Jaringan ini terdiri atas kabel, pipa, fiber optik, dan sejenisnya, disatukan dalam satu pipa besar kemudian akan mendistribusikan aliran listrik, gas, BBM dan kebutuhan publik lainnya ke seluruh kota. 

“Jika ini benar-benar terealisasi, tidak ada lagi tiang-tiang dan kabel listrik malang melintang di atas kota. Semuanya melalui jalur bawah tanah, meski kita sadari bahwa untuk membangun jaringan bawah permukaan tanah ini, Kota Makassar akan mengalami revolusi di bidang pembangunan fisik,” kata Danny.

Kedua, Pemkot Makassar dan Pemerintah Jepang bersama-sama akan mendirikan semacam lembaga penyertaan permodalan bernama ‘Makassar in Coorporated’ (MiC). Lembaga ini akan membiayai program-program pembangunan kota dan masyarakatnya, baik infrastruktur maupun sosial ekonomi yang biayanya tidak terprogram dalam APBD. Struktur pemegang saham dalam MiC terdiri atas; Pemkot Makassar, Pemerintah Jepang dan masyarakat umum.            

MoU ketiga, Jepang dan Pemkot Makassar akan mengadakan pelatihan keterampilan dalam hal pembuatan dan pemasangan perangkat energi surya (solar shell). “Nanti kita akan libatkan seluruh siswa SMK khususnya. Jadi mereka bisa sekolah sambil bekerja,” kata Walikota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto kepada sejumlah wartawan di Rujab Walikota, Rabu, 21/1, sore.

Menurut Danny – sapaan akrab Walikota Makassar – Jepang tertarik bekerjasama dan mau membantu Makassar karena tertarik dengan prinsip sistem pelayanan Pemkot Makassar yang diterapkan dengan falsafah ‘Sombere’. Salah satunya yakni produsen kabel listrik terbaik di dunia; ‘Yamada’. Saat ini, Yamada merupakan satu-satunya kabel listrik di dunia yang mampu mengalirkan listrik yang berkekuatan hingga 1 juta megawatt. “Produsen lain baru mampu menampung listrik hingga 250 megawatt,” jelas Danny.

Pada kesempatan itu, walikota menjelaskan, keberangkatannya ke Jepang guna memenuhi undangan khusus dari Wakil Menteri Keuangan Jepang MR Sugarawa. “Jadi sama sekali, satu sen pun saya tidak memakai uang yang bersumber dari APBD,” katanya dengan suara lantang.

Sebelumnya, anggota DPRD Makassar mengeluarkan pernyataan bernada pesimis di media massa, menuding walikota telah mengabaikan prinsip efisiensi anggaran yang kini tengah digalakkan pemerintah Jokowi-JK. “Nyatanya Pak Wali di Jepang walau hanya sehari, namun menghasilkan program besar demi kemajuan Kota Makassar. Sebaiknya, anggota dewan jangan asal ngomong kalau tidak tahu masalahnya,” kata Tiar, seorang jurnalis majalah.

Kadis PU Kota Makassar; Andi Ansar diajak mendampingi Walikota di Jepang, karena posisinya sebagai pejabat yang paling berkompeten dalam bidang pembangunan prasarana dan sarana fisik di Kota Makassar. “Semoga apa yang diusahakan oleh Pak Wali dengan sangat serius ini, semuanya terealisasi untuk mewujudkan visi Pak Danny dengan Deng Ical menjadikan Kota Makassar dua kali tambah baik,” komentar Andi Ansar, yang juga hadir bersama Kabag Huma Pemkot Makassar Tenri A. Palallo dalam jumpa pers kemarin. (uka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *