Isu Presiden Jokowi Rombak Kabinet Makin Menguat

Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan HM Jusuf Kalla saat merayakan kemenangan  (ist)
Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan HM Jusuf Kalla saat merayakan kemenangan (ist)

Jakarta.RBC. Isu merombak Kabinet Kerja Jokowi-JK semakin kencang berhembus. Kabar terakhir menyebutkan  Presiden Jokowi akan membenahi para yang menterinya yang duduk di sektor perekonomian yang menurut catatan presiden masih berkinerja buruk.Sebagai bukti dari kuanya sinyal pergantian menteri tersebut, Presiden Jokowi secara mendadak mengumpulkan sejumlah pakar ekonomi untuk menerima masukannya.

Pakar Ekonomi Universitas Gajah Manda Tony Prasetyantono yang juga diundang ke Istana Negara, Senin 29 Juni 2015 mengaku telah memberikan masukan kepada presiden. Bahkan Jokowi mengakui belum menemukan sosok yang tepat untuk mengurus masalah perekonomian di kabinetnya, kata Tony.

“Beliau sangat sadar. Beliau katakan kalau hari ini ketemu orangnya yang tepat akan saya lantik,” tutur Tony menirukan ucapan Jokowi.

Wakil Presiden Jusuf Kalla, kata Tony pun mengakui jika tim ekonomi di Kabinet Kerja Jokowi kuranng memiliki greget. Meski demikian, Tony mengatakan permasalahan ekonomi Indonesia mulai terasa sejak rupiah terus melemah. Namun dia menilai Indonesia masih jauh lebih baik dari tahun1998.

Ditegaskan Tony, para pakar ekonomi yang diundang ke istana tidaklah mendorong presiden untuk merombak kabinetnya, tetapi lebih pada mengevaluasi kinerja bidang ekonomi di pemerintahan Jokowi-JK.

Kencangnya isu perombakan kabinet kerja Jokowi-JK juga diungkapkan Cendekiawan Muslim, Ahmad Syafi’i Maarif. Dia bahkan yakin presiden segera mengganti beberapa menterinya. Isyarat adanya rencana reshuffle yang dikemukakan Buya Syafii ini diungkapkan setelah bertemu dengan presiden Jokowi di Istana Negara, Senin (29/6)

Menurut Syafi’i Maarif, Presiden Jokowi membutuhkan menteri yang petarung, dia sosok profesional yang handal, punya visi yang jelas. Dengan demikian beban presiden akan menjadi ringan.

“Selama 8 bulan pemerintahan Jokowi berjalan belum terlihat perubahan dan hasil yang maksimal. Namun demikian, Syafi’i Maarif menegaskan tidak mudah melakukan perombakan kabinet sebab partai sudah punya jatah masing-masing. Meski demikian, Buya Syafie mengaku telah meminta Jokowi memikirkan masa depan negara secepatnya, dengan mencari menteri yang terbaik.

Sementara dari kubu PDIP juga berhembus sinyal perombakan kabinet bidang ekonomi. Bahkan Ketua Umum PDIP intens membahas masalah itu dengan Presiden Jokowi.

“Setelah kongres keempat PDIP lalu, Pak Jokowi juga sudah melakukan komunikasi politik dengan ibu ketua umum. Namun, hasilnya belum bisa menjadi konsumsi publik,” kata Basarah saat ditemui di sela-sela pembukaan sekolah bagi calon kepala daerah dari PDIP di Jakarta belum lama ini.

Lalu siapa saja menteri yang bakal dilengser dari kabinet kerja Jokowi-JK? Kita tunggu saja. (yd/bbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *