IUWASH Siap Bantu Bantaeng Wujudkan Lingkungan Sehat

air-usaidBantaeng. – Lembaga  internasional Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene (IUWASH) siap membantu Kabupaten Bantaeng mewujudkan lingkungan yang sehat.

Lembaga yang didukung Pemerintah Amerika Serikat melalui Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika (USAID- United States Agency for International Development) ini difokuskan pada bantuan di bidang air minum dan layanan sanitasi yang aman.

Koordinator Regional IUWASH Indonesia Timur Budi Raharjo mengatakan hal itu pada pertemuan Focus Group Discusion (FGD) Citizen Engagement Mechanism (CEM) di ruang rapat pimpinan Kantor Bupati Bantaeng, Sabtu (5/7).

Pertemuan yang juga mempresentasekan Pengelolaan Penanganan Pengaduan (SMS Center) Kota Parepare yang juga bantuan USAID tersebut dibuka Kepala Bappeda H Abd Wahab.

Budi Raharjo mengatakan, pihaknya membantu Pemerintah Indonesia dalam mencapai target Millenium Development Goals (MDGs). Untuk mewujudkan hal itu, IUWASH mendukung PDAM dan lembaga terkait dengan layanan sanitasi yang aman.

Bantuan yang diberikan berupa peningkatan UPTD dalam bentuk pendampingan selama 5 hingga 6 bulan. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas pengelolanya.

Agar lebih efektif, perlu dibentuk forum tersendiri sehingga bisa berlanjut karena bagaimanapun, keberlanjutan program ini tergantung kepada pengelola.

Budi Raharjo mengatakan, dengan kondisi Kabupaten Bantaeng yang sudah bersih, bila ditunjang dengan system sanitasi yang baik dan ketersediaan air bersih, maka daerah ini bisa menjadi contoh untuk isu lingkungan.

Ketersediaan air minum dan sanitasi merupakan persoalan bersama ke depan, ujarnya. Karena itu, ia mengajak semua pihak agar segera melakukan pembenahan.

‘’Sebelum terlambat, sudah harus dibenahi karena bila tidak diurus akan menjadi imej yang kurang baik terhadap suatu kota, terlebih Bantaeng yang akan menjadi Kota Internasional,’’ tambahnya.

Kepala Bappeda H Abd Wahab menyambut baik keinginan IUWASH membantu Bantaeng menjadi daerah yang ramah lingkungan. Ini penting sebab produksi PDAM kita belum siap dijadikan air minum.

Produksi PDAM Bantaeng masih berlumpur, katanya. Di bidang sanitasi, Wahab mengatakan, selama ini kita menggunakan septic tank padahal dari segi sanitasi hal itu tidak benar.

Karena itu, ia menyambut baik pentingnya pembentukan kelembagaan dalam waktu singkat. Dengan begitu, bisa dimulai dari pembangunan perumahan supaya terkoneksi dengan Tata Ruang, urainya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Syahrul Bayan, menguraikan rencana pembentukan Pandu Gempita yang siap memberi layanan kepada masyarakat.

Melalui lembaga yang digagas Kementerian Sosial pada Mei 2013 ini, akan memberi layanan terhadap pengaduan masyarakat. Selama ini, terang Syahrul Bayan yang juga mantan Kabag Humas dan Protokol Pemda Bantaeng itu, layanan pengaduan sudah berjalan di kediaman pribadi Bupati Bantaeng.

Karena itu, kehadiran Pandu Gempita akan mengambil alih layanan sosial tersebut. Demikian pula dengan program keluarga harapan akan berada di bawah kegiatan Pandu Gempita melalui sinergi SKPD.(hms)    

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *