JCH dari Muna Diminta Jaga Kesehatan

Drs. H. La Afa, MA
Drs. H. La Afa, MA

Raha, RBC – Ibadah Haji merupakan ibadah yang proses pelaksanaannya terdiri atas rangkaian rukun-rukun yang cukup variatif dan kompleks. Selain itu, pelaksanaan Ibadah Haji, juga membutuhkan waktu lama dan biaya tinggi. Karena itu, para jamaah calon haji, khususnya jamaah yang berasal dari Muna, diminta untuk menjaga kesehatan. “Karena jika jamaah sementara menjalani rangkaian dan proses ibadah haji tiba-tiba sakit, sehingga tidak sanggup meneruskan pelaksanaan rangkaian rukun haji sampai selesai, akan sangat disayangkan,” kata La Afa di ruang kerjanya.

Demikian penjelasan Drs. H. La Afa, MA; Kepala Seksi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kab. Muna kepada media ini, kemarin sore (10 April 20015. Bagaimana animo Umat Islam Muna untuk naik Haji? La Afa menjawab bahwa animo Umat Islam Muna untuk menunaikan Rukun Islam Ke-5 ini, tetap tinggi, sebab mereka yakin bahwa menunaikan Ibadah Haji, hakikatnya merupakan jawaban atas ‘panggilan’ Allah swt.

La Afa menambahkan, banyak faktor penyebab orang gagal atau batal hajinya, antara lain karena tiba-tiba sakit. Oleh karena itu, Umat Islam yang sementara bersiap untuk Kemabruran haji tersebut sangatlah dipengaruhi oleh banyak faktor. Salahsatunya adalah keikhlasan dan kesungguhan yang gigih untuk menunaikannya. Pemerintah kita, melalui Kementerian Agama RI dari waktu ke waktu terus berupaya secara optimal melakukan pembimbingan tiap calon Jamaah Calon Haji (JCH) melalui kegiatan manasik haji hingga tingkat kecamatan di seluruh tanah air. Kegiatan manasik bagi JCH dimaksudkan agar segenap JCH memiliki pengetahuan, keterampilan dan pemahaman yang konperehensif tentang rangkaian-rangkaian ibadah ini, sebelum dan sesudah keberangkatan dari dan kembali ke tanah air. Selain itu, persiapan mental dan kondisi fisik yang prima ikut mendukung proses-proses pelaksanaan Ibadah Haji.

Demikian dijelaskan, ketika ditanya soal pendaftaran, keberangkatan dan penyelenggaraan Ibadah haji, khususnya di Kabupaten Muna, Rabu lalu (08/03) di Raha. Menurutnya, saat ini, –untuk musim haji 1436 H/2015 M–, kuota keberangkatan haji Provinsi Sultra sebanyak 1335 orang, didalamnya terdapat Kabupaten Muna sebanyak 35 orang, setelah dikurangi 20 % dari jumlah ‘idealnya’ sebagai kuota tetap sebanyak 1668 orang.

Tahun ini, Jamaah Calon Haji (JCH) asal Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tercatat sebanyak 1.335 orang, di antaranya 35 JCH berasal dari Kabupaten Muna.

Pengurangan jumlah kuota ini terkait belum rampungnya seluruh kegiatan renovasi pembangunan sekitar Masjidil Haram Al Mukarramah. “Kita berharap akan ada penambahan kuota di masing-masing Provinsi di tanah air sesuai kebijakan pemerintah Arab Saudi, sehingga Kab. Muna diprediksi bisa memberangkatkan JCH sebanyak 65 orang, terutama bagi mereka yang berusia lanjut”, ungkap La Afa dengan optimis..

Sebelumnya, seperti disampaikan  Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin disela-sela kunjungannya di Kendari awal bulan lalu (07/03), pemerintah melalui Kemenag RI terus melakukan koordinasi “diagonal” dengan Pemerintah Arab Saudi terkait upaya penambahan kuota Nasional kita, dengan memanfaatkan kuota Negara-Negara yang tidak terpakai.  “Inilah yang menjadi harapan seluruh JCH di seluruh Indonesia, tak terkecuali JCH asal daerah Kab. Muna”, kunci Drs. H. La Afa, MA. (La Ode Abdul Syukur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *