JIM-Fest Kembalikan Kejayaan Band Indie

Panpel-JIM-Fest-dan-band-penampil.
Panpel-JIM-Fest-dan-band-penampil.

GELIAT band indie di ibukota yang belakangan meredup dipastikan kembali berjaya berkat digelarnya ajang Jakarta Indie Music (JIM) festival diprakarsai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jaya di Taman Fatahillah – Jakarta Kota, 18 – 19 Oktober 2014. Selama dua hari itu, sebanyak, 20 band finalis yang lolos seleksi dewan juri dari 100 peserta akan berebut tempat 10 terbaik memperebutkan hadiah tunai jutaan rupiah dan kesempatan rekaman album kompilasi.

“Lewat  JIM-‘Festival perdana gelaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jaya ini, geliat band indie kembali berjaya di ibukota. Apalagi, 20 band finalis bagus-bagus dan mengusung genre musik sangat varitatif, mulai dari pop, jazz, funk, rock hingga melayu,” papar Mudya ketua panpel JIM-Fest 2014 kepada RB,Com  di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut pemimpin redaksi majalah Gitar Plus ini, kota Jakarta telah lama dikenal sebagai basis utama musik Indie selain Bandung dan Surabaya. Kejayaan musisi independen di ibukota selain melahirkan musisi nasional terkenal bernaung di bawah label besar juga menjadikan basecamp lama mereka sepereti kawasan Kemang, Tebet, Pasar Seni Ancol, Cilandak melahirkan industri atau potensi pasar industri kreatif seperti stasiun radio independen, maupun distro-distro yang menjual marchanddise atau souvenir khas. “Nah, dengan sudah terpilihnya 20 finalis band indie genasi baru, kami berharap mereka kelak bisa berjaya meneruskan jejak sukses pemusik senior dan  di sekitar basecamp  pun mereka akan berkembang industri  kreatif di bidang musik maupun marchandise,” harap Mudya seraya menyebut 20 band finalis. Yakni Trigger, Ikei With Insomaniac, Honeybeat, Van Java, Orkes Nunung Cs, The Jaka Plus, The Rings, JBFtrio, Lucille, Sitback. Lalu Esok Pagi, Duo Maison, LeA, CPN SKA, Alvard, Ajwa, Young de Brock, Eyota, Silent dan Diem band.

“Gua meramaikan festival, kami juga akan memanggungkan band indie terkenal seperti Tony Q,  Gugun Blues Shelter, Jontrall dan Tuffa,” ungkapnya.

Rus Suharto – Kepala Seksi Komunitas Bidang Pemberdayaan Masyarakat Disparbud DKI Jakarta menambahkan, lewat JIM-Fest  pihaknya memotivasi serta memberi ruang gerak para musisi indie untuk menampilkan karya mereka dihadapan masyarakat luas. “Pemerintah pasti memberdayajakan setiap komunitas masyarakat yang kreatif dan berkegiatan positif. Komunitas musik indie, terbukti mampu membangun nilai ekonomi dari kreativitas mereka. Alhasil, selain berkarya sekaligus menunjang ekonomi kreatif,” jelas Rus Suharto berencana menjadikan JIM-Fest sebagai event musik tahunan. Melengkapi festival Java dan JakJazz dan JakBlues. *(naskah dan foto – ata)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *