Jokowi Menang di Semua Simulasi Capres

Joko Widodo (ist)
Joko Widodo (ist)

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi berada di posisi teratas dalam semua simulasi calon presiden yang akan diusung di 2014. Simulasi tersebut dilakukan oleh Indikator Politik pada Oktober2013.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanudin Muhtadi menyampaikan, saat melakukan survei, awalnya pihaknya menyodorkan 27 nama tokoh nasional yang digadang-gadang akan maju sebagai capres 2014. Hasilnya, empat nama tokoh yang mengisi posisi teratas, yaitu Jokowi, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie alias Ical dan peserta Konvensi Capres Partai Demokrat Dahlan Iskan.

Saat dilakukan simulasi empat capres, menurut Indikator Politik, suara responden terfokus pada Jokowi (47,4 persen). Adapun sisanya berada jauh di bawah, yakni Prabowo (15,8 persen), Ical (12,6 persen) dan Dahlan (3,7 persen). Sebanyak 20,5 persen responden lainnya tidak memberikan jawaban.

“Megawati tidak masuk simulasi karena digantikan Jokowi. Dahlan Iskan disimulasikan sebagai pemenang konvensi,” kata Burhanudin di Kantor Indikator Politik, Jakarta, Minggu (1/12/2013).

Dalam simulasi lainnya, Indikator Politik hanya mencantumkan tiga tokoh yang digadang-gadang akan maju dalam Pilpres 2014. Ketiga tokoh tersebut adalah Ical, Prabowo dan Megawati atau Jokowi yang mewakili PDIP.

Bila PDIP mengusung Megawati sebagai capres, maka dukungan akan bergeser ke Prabowo (29,1 persen) dan Ical (23,8 persen). Perolehan suara Megawati tercatat di bawah kedua tokoh tersebut diangka 17,7 persen. Jumlah responden yang tak menjawab meningkat menjadi 29 persen.

Keunggulan Prabowo dan Ical tumbang bila capres yang diusung PDIP adalah Jokowi. Dalam simulasi ini, elektabilitas Jokowi mencapai 49,1 persen. Adapun Prabowo sebesar 17,5 persen dan Ical hanya 13,2 persen. Responden yang tak menjawab turun di angka 20,2 persen.

“Pemilih Megawati telah beralih ke Jokowi. Ini yang membuat dukungan pada Megawati merosot tajam, dan perolehan suara Prabowo atau Aburizal turun,” pungkasnya.

Survei Indikator Politik dilakukan terhadap 1.200 responden di seluruh provinsi di Indonesia dalam periode 10-20 Oktober 2013. Responden dipilih secara random. Survei ini diklaim memiliki margin of error sebesar 2,9 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Survei ini dibiayai oleh Surat Kabar Sinar Harapan. (sumber kompas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *