Kader Muhammadiyah Boleh Ikut Diarena Politik

Prof DR H Syafi’i Ma’arif  (ist)
Prof DR H Syafi’i Ma’arif (ist)

Makassar(Rakyat Bersatu).-. Kader Muhammadiyah boleh saja ikut bergulat dalam arena politik. Tapi, politik jangan dijadikan sebagai alat pencaharian. Karena itu, jika kader Muhammadiyah ingin berpolitik, maka harus memperbaiki dan menguatkan ekonomi rumah tangganya terlebih dahulu.

Hal itu, dikemukakan Prof DR H Syafi’i Ma’arif dalam dialog bersama peserta Muktamar Muhammadiyah ke-47 dan Satu abad Aisyiyah di Balai Sidang Muktamar, kampus Unismuh Makassar, Rabu malam, 5 Agustus 2015.

Dalam Dialog yang dipimpin Ketua PP Muhammadiyah, Prof DR H Din Syamsuddin itu, Syafi’i Ma’arif, mengatakan hanya kader Muhammadiyah yang mapan ekonominya akan mempu memperbaiki dan memajukan perekonomian masyarakat dan bangsa ini.

Selain itu, ia juga mengingatkan, pada awal kemerdekaan negeri ini penduduknya baru mencapai 70 juta orang. Dari jumlah itu, 90 persen penduduknya buta huruf dan tidak berpendidikan. Sekarang, sudah mencapai 150 juta orang lebih. Pendidikan pun sudah maju dan harus terus dikembangkan. Namun, pemerintah mempunyai keterbatasan untuk mengembangkan pendidikan ini tanpa keterlibatan pihak swasta termasuk Muhammadiyah.
Karena itu, Pemerintah seharusnya memberikan bantuan kepada swasta untuk terus mengembangkan lembaga pendidikannya. Karena swasta mempunyai keterbatasan dalam hal finansial untuk mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikannya.

‘’Pendidikan itu harus terus ditingkatkan dan dikembangkan. Sehingga, luarannya berkualitas,’’ tegasnya., seraya menambahkan bahwa hanya dengan kader yang berkualitas akan dapat berpolitik dengan baik dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Dalam berpolitik kata dia, kader harus kuat mental dan imannya. Karena dengan iman dan mental yang kuat akan dapat membuat aturan dan tatanan yang baik untuk masyarakat. Disamping dapat melakukan amar-ma’ruf nahi mungkar.

Diingatkan, Muhammadiyah harus terus maju dan berkembang sesui tuntutan zaman. Hari ini, harus lebih baik dari yang lalu. Yang akan datang, harus pula lebih baik dari yang sekarang. Sehingga, boleh tidak setuju dengan pendapat pimpinan yang lalu. Karena itu, kata Syafi’i Ma’arif, tema Muktamar Muhammadiyah kali ini sangat tepat yakni gerakan pencerahan menuju Indonesia yang berkemajuan.

Sebelumnya, Prof HM Amin Rais mengatakan, Muhammadiyah harus tetap mengembangkan dan meningkatkan gerakan pemberdayaan masyarakat yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Gerakan pemberdayaan yang nyata telah bermanfaat itu harus diteruskan, sehingga kehadiran Muhammadiyah di tengah masyarakat betul-betul bermakna. Karena hanya dengan demikian, Muhammadiyah akan mampu mengantarkan anggotanya ke pintu gerbang jannatun naim.(yahya-ulla-bakir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *