Kaemita tak Sekedar Pemanis

Kameita Boediono
Kameita Boediono

DI BENAK  Kaemita Boediono (33 th 9 bln) belakangan ini ada satu keinginan yang mengkristal yakni sukses sebagai artis serba-bisa. Tak pelak, seiring upaya kerasnya merambah layar lebar lewat film laga bertajuk  “Pukulan Maut” yang diputar di bioskop tanah air mulai 9 Januari 2013, model cantik– pembawa acara infotainment dan olahraga, pemain sinetron plus FTV ini mencoba menampilkan kepiawaian akting maksimal. Walau untuk  totalitas itu,  Kaemita harus merelakan sekujur tubuhnya lebam-lebam dan sedikit babak-belur akibat ketendang, kepukul dan kebanting lawan mainnya.

“Walau baru merambah layar lebar dan main film laga, saya tak mau hanya sekedar pemanis. Walau dengan resiko tubuh lebam dan sedikit babak belur pasca syuting. Toh, secara keseluruhan saya menikmatinya,” papar Kaemita kepada RB.Com  jelang preview film Pukulan Maut produksi Dream Pictures di Planet Hollywood Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Menurut wanita blasteran  Jawa – Cina – Belanda ini, dipacu semangat ingin sukses sebagai artis berkualifikasi serba-bisa dan merambah film tak sekedar pemanis- dirinya berakting all-out lantaran karakter Kay yang diperankan pun sangat menantang. Yakni gadis korban keretakan rumah-tangga dan terpaksa dititipkan keluarga di Rumah Sakit Jiwa karena nyaris membunuh pemuda selingkuhan sang mama.       “Untuk menjiwai peran  gadis broken home yang  berontak karena menginginkan kehidupan keluarganya kembali harmonis, saya memang harus berakting total. Termasuk harus bisa Fighting walau  tak memiliki dasar bela diri.  Sudah bisa ditebak sebagai pemeran wanita yang beraksi cukup ngotot, saya  berpotensi  jadi sasaran salah pukul dan nyaris babak belur,” ujar artis pemeran lebih dari 20 judul FTV  yang mengaku puas atas arahan sutradara sutradara Nayato Fio Nuala itu.

Poster Film Pukulan MaautFilm Pukulan Maut  yang juga dibintangi Maxime Bouttier,  Monique Henry, Munajat Raditya, Sunny Pang, Ray Sahetapy, dan Krisna M. Wibowo, bernarasi tentang persahabatan tiga penghuni rumah sakit jiwa:  Kay  – Aldo (pemusik yang gagal terkenal karena  Tuna Rungu) dan Joe (mantan budak Narkoba yang sempat mengalami gangguan jiwa pasca sahabat dekatnya tewas). Diprakarsai Kay yang merasa tidak gila, mereka melarikan diri. Dalam pelarian itu, mereka menemukan sebuah koper berisi mayat perempuan dan tumpukan banyak uang. Kay dkk. terperangkap dalam bahaya besar lantaran mereka mengambil koper dan uang serta meninggalkan mayat begitu saja. yang mebuat mereka terperangkap dalam bahaya besar. Lantaran berisi mayat seorang perempuan diantara tumpukan banyak uang.

Ketika menginap di sebuah motel di luar kota datanglah segerombolan orang menyerang mereka. Gerombolan itu berniat mengambil koper uang yang mereka temukan. Dalam situasi terdesak,  memaksa Kay dkk mempertahankan diri. Apalagi, ada pula dua pria dari kelompok lain muncul dengan niat yang sama hingga terjadi saling serang,

Dalam pertarungan itu banyak korban tewas termasuk pemilik motel, Aldo dan Joe. Kay yang selamat berusaha sembunyi menyelinap ke dalam mobil pimpinan gerombolan yang menguasai koper uang. Mengetahui keberadaan Kay, dia menyuruh menembak mati sang penyelinap. Setelah anak buahnya melakukan eksekusi, sang bos besar tersentak kaget mendengar jeritan Kay. Ternyata, wanita tertembak mati itu  adalah anak kandungnya sendiri. * (naskah dan foto – ata)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *