Karina Ranau Rambah Akting Bukan Pelarian

Karina Ranau
Karina Ranau

DISAAT  mahligai rumah-tangganya dengan  Epy Kusnandar berada di ujung tanduk, Karina Ranau,  justru sibuk mempersiapkan diri syting film horor Solit4ire. Tak pelak, belakangan mencuat gunjingan, model, penyanyi beranak satu ini merambah dunia akting merupakan pelarian  lantaran tak tahan memikul beban berat akibat  hubungan  tak harmonis dengan sang suami –  aktor komedian yang menyuntingnya lima tahun lebih silam.

“Banyak pihak boleh saja bergunjing macam-macam tentang  nasib perkawinan saya dengan Kang Epy yang memang tak harmonis dan sudah pisah ranjang setahun lebih.  Tapi, kiprah saya merambah dunia akting sangatlah serius. Sama sekali bukan karena pelarian lantaran tak tahan menghadapi kisruh rumah-tangga kami yang kian pelik dan  belum menemukan solusi terbaik,” papar Karina Ranau kepada RB.com selepas syukuran film horor “Solit4ire” yang dibintanginya di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut penyanyi yang bersiap melansir singgel duet terbarunya  bersama Nurbayan – pencipta lagu hits Oplosan dan  mengaku penggemar berat Ratu Horor legendaris – Suzana,  keinginan seriusnya merambah dunia seni peran – khususnya film horor kian mengkristal pasca mendapat peran kecil dalam film  “Safe Haven” besutan Sutradara Gareth Evans dan Timo Tjahjanto. “Kendati filmnya tak kunjung diputar di Indonesia karena dibuat untuk ikut  festival film horor di luar negeri, saya sangat menikmati dan mendapat kepuasan tersendiri. Karenanya, begitu ditawari Sutradara Rico Michael untuk menjadi pemeran utama film Solit4ir bersama komedian Mastur, semangat saya untuk lebih serius membintangi film horor kian menggebu,” ujar Karina yang  guna menghayati betul peran  “Lisa” dalam film Solit4ir horor  sempat berguru akting  dengan  di Institut Kesenian Jakarta.

“Berkat berguru akting kilat dengan pengajar seni peran di IKJ, saya optimis bisa melakoni peran Lisa – gadis desa asal Cianjur sesuai tuntutan skenario maupun sutradara,” tandas Karina yang mengaku sempat pula  minta masukan pada  Epy Kusnandar dalam membedah naskah  skenario film.

“Biar bagaimana pun Kang Epy masih suami saya. Nah, untuk berakting lebih meyakinkan dalam memerankan tokoh Lisa, saya minta masukan dari beliau yang tergolong aktor kawakan dan berprestasi. Maklum, film Solit4ire berbeda dengan film horor nasional kebanyakan karena tanpa bumbu adegan seks,” ungkap ibu bocah pria – Quentine Stanislavski buah perkawainannya dengan Epy Kusnandar di Palembang, 27 Juli 2008 silam itu.

 Sutradara Rico Michael diapit Mastur, Wulan Kalea dan Karina Ranau

Sutradara Rico Michael diapit Mastur, Wulan Kalea dan Karina Ranau

Kisah Nyata

    Film horor Solit4ire yang selain menampilkan tokoh utama Karina dan Mastur, juga antara lain dibintangi Pamela Hallatu, Noco Hernawan dan Wulan Kalea, ceritanya menadaptasi kisah nyata keseharian masyarakat perkotaan yang kerap terjebak alam kesendirian.”Selain cereitanya berdasarkan True Story, namun diluar cerita-cerigta horor seperti Kuntilanak, Sundel Bolong dan mitos-mitos kaum urban lainnya,” ujar Rico Michael, sang sutradara.

Sineas  bertubuh subur yang pernah mengenyam pendidikan film di New York Film Academy – AS ini pun menjamin, bahwa film horor garapannya  produksi Happyfriends Production dan mendapat sokongan besar dari E-Motion  tak bakal terjebak pada eksploirasi kekerasan, seks maupun pelecehan terhadap martabat wanita yang selama ini kerap ditempelkan sebagai bumbu penyedap film horor nasional. “Saya mencoba menghadirkan ketakutan melalui pendekatan psikologis penonton.  Lengkap dengan komposisi  raciakan film yakni  80 persen horor supranatural, 20 persen komedi dan sisanya drama action” jamin  pria kelahiran Jakarta, 29 Juli 1974. * (naskah dan foto – ata)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *