Kemiskinan Direduksi Semata Aspek Income

Prof Dr Agustang
Prof Dr Agustang

Makassar.-RBC. Pengentasan kemiskinan hanya dapat diraih manakala keterlibatan multisektor secara paralel dan simultan bekerja. Realitasnaya pengetahuan ini,  hanya menjadi  pameo jauh dari kerangka implementatifnya,  oleh karena masing-masing sektor bekerja sendiri-sendiri tanpa mengindahkan peran dan keterlibatan sektor lainnya. Demikian ditegaskan Ketua Prodi S3 Sosiologi PPs-UNM, di Makassar, Minggu 11 Januari 2015.

Celakanya, variabel kemiskinan direduksi  semata-mata pada aspek income belaka sehingga corak program sangat ekonomistis dan kuantitatif, padahal masyarakat membutuhkan peningkatan kualitas kehidupan, tegas Doktor Sosiologi Antropologi PPs Universitas Padjajaran Bandung ini.

Idealisasi pengentasan kemiskinan, harus diterapkan dengan mengangkat isu ini sebagai mainstream pembangunan di Sulsel. Isu kemiskinan dan kompleksitas tatanan sosial dijadikan, sebagai pangkal pokok perencanaan dan penganggaran dalam sistim perencanaan daerah, ungkap salah seorang staf ahli penanggulangan HIV/AIDS Provinsi Sulsel ini

Prof  Dr Agustang di ruang kerjanya (ist)
Prof Dr Agustang di ruang kerjanya (ist)

Dengan posisi mainstream, maka semua sektor dalam hal ini SKPD lingkup Pemerintahan Provinsi Sulsel akan menjadikan upaya pengentasan kemiskinan sebagai basis perencanaan dan penganggaran setiap tahunnya.

Setiap SKPD akan menguji luaran kegiatannya sejauhmana  memberi kontribusi bermakna pada upaya pengentasan kemiskinan. Mekanisme ini sudah merupakan terapan nyata dari metodologi pengetasan kemiskinan multisektoral, ungkap Ketua Dewan Editor Jurnal Sosiologi Dialektika Kontemporer diterbitkan PPs-UNM ini.(ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *