Koperasi Pedati Sejahtera Dispenda Sediakan Rumah Untuk Anggota

Ketua Koperasi Pedati Sejahtera Dispenda Sulsel, Malik Ibrahim, SH, menyampaikan laporan Pengurus Koperasi Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2014, di Aula Dispenda Sulsel, Senin (2/2/2015). RAT dihadiri antara lain, Kasi Penyuluhan Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel, Gazim SE, MM, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar Drs A.Gani Sirman MSi, para kepala bidang Dispenda Sulsel, serta kepala UPTD lingkup Dispenda Sulsel. (Foto Humas Dispenda Sulsel)
Ketua Koperasi Pedati Sejahtera Dispenda Sulsel, Malik Ibrahim, SH, menyampaikan laporan Pengurus Koperasi Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2014, di Aula Dispenda Sulsel, Senin (2/2/2015).  (Foto Humas Dispenda Sulsel)

Makassar.RBC.–Koperasi Pedati Sejahtera Dispenda Sulsel berencana membangun kompleks perumahan untuk anggotanya. Ini juga merupakan investasi masa depan anggota koperasi tersebut.

Rencana pembangunan kompleks perumahan tersebut merupakan respon pengurus dan pengelola koperasi terhadap usulan Pembina Koperasi Pedati Sejahtera yang juga Kepala Dispenda Sulsel, Drs Tautoto TR, MSi, saat memberi sambutan pada Pembukaan RAT Koperasi Pedati Sejatera, Senin (2/2/2015).

Ketua Koperasi Pedati Sejahtera Dispenda Sulsel, Malik Ibrahim, SH, mengatakan, sebagai langkah awal, pengelola sudah menyiapkan lahan seluas 2 hektare di daerah Pattallassang Kabupaten Gowa.

“Sebagai langkah awal kami akan menyiapkan lokasi seluas 2 hektare di daerah Kabupaten Gowa. Selanjutnya akan dikomunikasikan dengan anggota terkait type dan harga rumah yang layak buat mereka,” kata Malik.

Dalam RAT yang berlangsung di Aula Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sulsel, Senin (2/2/2014), itu terungkap bahwa KPRI Pedati Sejahtera Dispenda Sulsel membukukan sisa hasil usaha (SHU) tahun buku 2014 sebesar Rp 1,533 miliar. Perolehan tersebut melonjak drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya tercatat Rp 675 juta.

Kepala Dispenda Provinsi Sulawesi Selatan, Drs.H Tautoto T.R, MSi, dalam sambutannya menyatakan apresiasinya terhadap kinerja pengurus dan pengelola koperasi sehingga bisa membukukan lonjakan penghasilan yang cukup besar.

Untuk meningkatkan eksistensi perkoperasian dalam rangka peningkatan kesejahteraan dan kemajuan ekonomi pada umumnya, kata Tautoto, diperlukan sistem manajemen profesional dan pengembangan usaha koperasi yang dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi anggotanya. Oleh sebab itu upaya untuk membangun manajemen profesional dan pengembangan koperasi kiranya perlu untuk terus dikembangkan dan ditingkatkan.

Demikian pula dengan eksistensi Koperasi Pedati Sejahtera Dispenda Sulsel perlu terus diupayakan kemajuannya melalui berbagai terobosan ataupun strategi yang tepat. Baik melalui program kerja atau usaha yang lebih variatif dengan sistem yang lebih efektif dan efisien. Dan yang tak kalah pentingnya adalah kedisiplinan pengurus maupun anggota dalam melaksanakan tanggung jawabnya.

“Saya berharap forum ini dapat pula dimanfaatkan sebagai wahana mengevaluasi program-program kerja pada tahun yang telah berjalan demi perbaikan langkah di tahun yang akan datang,” kata Tautoto.

Tautoto juga berharap Koperasi Pedati Sejahtera dapat dikelola dengan penuh rasa kebersamaan, kejujuran, keadilan, dan profesional serta tidak ketinggalan ikut andil peduli memikirkan permasalahan-permasalahan ekonomi dan kesejahteraan anggota.

“Saya mengingatkan juga bahwa maju mundurnya koperasi ini sesungguhnya banyak bergantung pada pengurus dan anggota. Oleh karena itu pengurus janganlah sampai salah urus. Demikian pula anggota harus disiplin dengan menaati tata tertib,” kata Tautoto.

Pembina KPRI Pedati Sejahtera Sulsel ini menyarankan kepada pengelola koperasi untuk mengembangkan sayap usahanya ke sektor yang sangat dibutuhkan anggota.

Sebelumnya, Ketua KPRI Pedati Sejahtera Dispenda Sulsel, Malik Ibrahim, melaporkan, sisa hasil usaha (SHU) tahun buku 2014, Koperasi Pedati Sejahtera sebesar Rp 1,533 miliar. SHU tersebut melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 675 juta. Atau naik 127,11 persen.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan anggota, pengurus telah melakukan pembagian paket sembako di bulan Ramadan senilai Rp 140 juta. Hingga 31 Desember 2014 koperasi memiliki anggota sebanyak 461 orang. Sebanyak 417 orang di antaranya anggota organik, sisanya sebanyak 44 orang non organik.

Dari sisi asset koperasi, tahun 2014 nilainya telah mencapai Rp 12,415 miliar. Naik 32,39 persen dari tahun 2013. Sedangkan tabungan anggota tahun 2014 sebesar Rp 9,3 miliar. Naik 49,17 persen dari tabungan anggota tahun 2013. Aset tersebut dimanfaatkan menjalankan tiga unit usaha masing-masing simpan pinjam, pertokoan, dan usaha foto copy.

RAT dihadiri antara lain, Kasi Penyuluhan Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel, Gazim SE, MM, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar Drs A.Gani Sirman MSi, para kepala bidang Dispenda Sulsel, serta kepala UPTD lingkup Dispenda Sulsel. (rus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *