Kota Paris Masih Mencekam

Paris masih mencekam (Foto: Photo by Thierry Chesnot/Getty Images)
Paris masih mencekam (Photo by Thierry Chesnot/Getty Images)

Paris (rakyatbersatu.com) – Kota Paris, Prancis hingga Sabtu (14/11/2015) masih mencekam pasca serangan kelompok bersenjata di Gedung Teater Bataclan, Jumat (13/11/2015) sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Menurut berbagai laporan ada sekitar 7 lokasi yang menjadi sasaran para pelaku teror, sementara ada 60 korban dilaporkan tewas dalam aksi berdarah itu.

Di Teater Bataclan, aksi teror bersenjata itu terjadi saat ratusan orang sedang menyaksikan konser musik. Tiba-tiba saja muncul dua anak muda dengan senjata otomatis melancarkan serangan membabi buta. Dan dalam waktu bersamaan puluhan penonton tumbang bersimbah darah.

Tak hanya di Gedung Teater Bataclan terjadi teror bersenjata. Ternyata saat pertandingan sepakbola antara tim nasional Jerman dan Prancis, terjadi ledakan di luar stadion Stade de France. Suasana berubah jadi mencekam, penonton dievakuasi setelah pertandingan usai.

Dari rekaman video yang dilansir BBC, Sabtu (14/11/2015), saat pertandingan berlangsung terdengar ledakan dahsyat di luar stadion. Media Prancis melaporkan, sedikitnya terjadi dua ledakan di dekat stadion. Diduga kuat itu adalah aksi bom bunuh diri.

Seperti Perang
Salah seorang korban yang sempat lolos dari insiden itu mengatakan bahwa mayat korban dan darah ada dimana-mana. “Suasana seperti dalam perang.

“Saya berada di sisi yang jauh saat penembakan dimulai. Sepertinya ada dua pria bersenjata. Mereka menembak dari balkon. Semua orang akhirnya berjatuhan ke lantai,” cerita Marc Coupris, korban yang berhasil lolos dari tragedi maut itu..

“Awalnya kami semua terdiam. Namun tidak tahu harus sampai berapa lama. Saya sempat berpikir inilah akhir hidup saya. Saya sangat ketakutan. Kami semua berpikir sama. Lalu polisi datang dan menyuruh kami lari,” ungkap pria asal Inggris yang datang ke Paris bersama 15 temannya untuk menonton konser band asal AS Eagles of Death Metal.

Reuters juga melaporkan, seorang jurnalis radio dari Europe1 termasuk salah satu orang yang disandera di gedung konser. Jurnalis bernama Julien Pierce itu berada di lokasi saat penembakan terjadi.
Pierce menyebut beberapa pelaku masih sangat muda. Mereka tidak mengenakan masker dan memasuki aula dengan senjata otomatis saat konser hendak berlangsung. “Mereka membabi buta menembaki kerumunan,” kata Pierce dan menyebut aksi penembakan itu berlangsung 12 sampai 15 menit, bahkan pelaku tidak mengumbar tuntutan apapun saat beraksi.

Jurnalis radio ini lolos setelah melarikan diri melalui pintu darurat. Ada sekitar sepuluh mayat yang dilihat Pierce di dekat pintu darurat dengan kondisi bersimbah darah.

Akibat aksi teror ini, Presiden Hollande sudah menyatakan seluruh wilayah Prancis dalam kondisi darurat. (yd/bbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *