KPK Selamatkan Uang Negara Rp1,196 Triliun

Abraham Samad (ist)
Abraham Samad (ist)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim bahwa sepanjang tahun 2013 telah mengembalikan uang negara dari penanganan kasus tindak pidana korupsi (tipikor) dan gratifikasi mencapai triliunan rupiah.

“Pengembalian PNBP (penerimaan negara bukan pajak) dari penanganan tindak pidana korupsi dan gratifikasi sebesar Rp1,196 triliun,” kata Ketua KPK Abraham Samad saat memaparkan kapasitas kelembagaan refleksi akhir tahun 2013 bertajuk ‘Persembahan untuk Negeri’ di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin
(30/12/2013).

Sedangkan, anggaran yang digunakan KPK dalam menjalankan tugas berasal dari APBN dengan pagu senilai Rp703,8 miliar. Namun, dana yang sudah digunakan hanya Rp357,6 miliar.

“Untuk sarana dan prasarana, kami bersyukur bahwa tahun ini, tepatnya tanggal 9 Desember 2013, telah dilakukan penancapan tiang pancang pembangunan gedung baru,” jelasnya.

Terkait hal itu, mewakili KPK, Abraham mengucapkan terima kasih atas inisiatif masyarakat yang mendorong dan membantu terlaksananya pembangunan gedung baru KPK.

Sistim Lahirkan Korupsi
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui bila perilaku korup di Indonesia naik turun. Bahkan sistem yang ada di Indonesia dituding justru melahirkan korupsi.

“KPK melihat sistem yang ada sekarang ini adalah sistem yang melahirkan kejahatan korupsi. Oleh karena itu kalau kita ingin menghilangkan korupsinya selain menindak orangnya juga sistem korupsi ini yang harus diperbaiki,” kata Abraham Samad, usai memberikan pemaparan capaian kinerja KPK tahun 2013 di Gedung KPK.

Lebih lanjut Abraham mengatakan KPK tak hanya konsen dalam penindak soal pemberantasan korupsi, namun juga konsen dalam pencegahan korupsi. “Maka dari itu pemberantasan korupsi harus dilakukan secara progresif dan terintegritas antara penindakan yang refrensif dengan pendekatan pencegahan, itu yang harus dilakukan,” tandas Abraham Samad.

Selain melakukan penindakan terhadap para aktor koruptor juga dilakukan perbaikan sistem. Pasalnya, sistem yang ada saat ini adalah sistem yang melahirkan kejahatan korupsi.

Sebelumnya Abraham Samad juga menilai perilaku korupsi saat ini sudah bergeser ke generasi muda. Dari catatan penangkapan yang dilakukan KPK, banyak generasi muda yang menjadi koruptor. Contohnya, pegawai pajak yang ditangkap KPK, selain itu ada Angelina Sondakh dan Muhamad Nazaruddin yang juga masih berusia muda.

Untuk mengatasi hal itu, KPK tengah giat membangun gerakan antibudaya korupsi. “Mulai dari keluarga, dan sekolah, pendidikan usia dini sampai perguruan tinggi,” kata ABraham, Kamis 12 Desember lalu.

Abraham mengaku kalau saat ini juga telah menandatangani kesepakatan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait pemberantasan korupsi. “Nanti ketika generasi muda kita ditanya apa itu korupsi, dan berkata apa itu korupsi?, apakah itu binatang purba, nah itu artinya alhamdulilah (terbangun budaya antikorupsi),” ujarnya. (ydh/okz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *