KPK Tidak Memberi Keistimewaan pada Boediono

Ketua KPK Abraham Samad (ist)
Ketua KPK Abraham Samad (ist)

Ketua KPK, Abraham Samad membatah jika pihak KPK memberi keistimewaan kepada mantan Gubernur BI Boediono saat dimintai keterangan oleh penyidik  di kantor wapres, Sabtu pekan lalu.

“Kami tidak memberi keistimewaan kepada Boediono. Ini hanya soal teknis saja, ” kata Abraham Samad usai menghadiri “Pencanangan Zona Integritas Menuju Bebas KKN di Lingkungan Kejaksaan RI, Senin 25 Novemver 2013.

Menurut Abraham, pemeriksaan Wapres Boediono terpaksa dilakukan di Kantor Wapres supaya dapat lebih cepat. Apalagi jadwal kerja wapres sangat padat, dan harus melewati protokoler yang ketat.

“Kami ingin kasus ini secepat selesai, makanya kami melakukan pemeriksaan di sana. Yang pasti tidak ada keistimewaan, ini hanya soal teknis semata, ” kata Abraham Samad lagi.

Sebelumnya para pegiat anti korupsi dan sejumlah tokoh menilai pemeriksaan Boediono dinilai sangat istimewa karena KPK mendatangi kantor Wapres. “Secara hukum, pemeriksaan itu tidak ada masalah. Yang menjadi persoalan, harusnya Boediono di periksa di KPK bukan kantor wapres,” kata Tama S Langkun, peneliti dari Indonesia Corruption Watch.

Sementara dari gedung KPK dilaporkan sejumlah wartawan yang sering meliput di kantor KPK memboikot acara jumpa pers yang dihadiri langsung oleh unsur pimpinan KPK. Aksi boikot dilakukan karena wartawan menganggap KPK tidak transparan  menginformasikan pemeriksaan terhadap Wapres Boediono.

” Itu hak teman-teman untuk memboikot konferensi pers pimpinan KPK.Teman-teman juga harus menghormati sikap pimpinan KPK yang meninggalkan konferensi pers ketika teman-teman juga meninggalkan tempat,” ujar Johan.

Hadir dalam rencana siaran pers tersebut Ketua KPK, Abraham Samad, Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, juru bicara KPK, Johan Budi, dan Deputi Penindakan dan pelaksana tugas Direktur Penyidikan, Warih Sadono.

Seperti diketahui, Sabtu pekan lalu, mantan gubernur BI Boediono diperiksa  penyidik KPK sebagai saksi tersangka dua bekas Deputi Bank Indonesia, Budi Mulya dan Siti Fadjrijah.

Boediono merupakan Gubernur Bank Indonesia ketika Century menerima dana Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek Rp 630 miliar dan dana talangan Rp 6,76 triliun pada 2008. (yd/bbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *