LBH Pers Akan Temui Kapolda dan Kapolrestabes Makassar

Pertanyakan Kasus Kekerasan Jurnalis yang Tak Tuntas

persMakassar (rakyatbersatu.com) – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Makassar akan menemui Kapolda Sulselbar dan Kapolrestabes Makassar untuk mempertanyakan kasus kekerasan jurnalis di Universitas Negeri Makassar (UNM) yang terjadi pada 13 November 2014 silam yang kasusnya sampai saat ini tidak jelas.

Direktur LBH Pers Makassar Fajriani Langgeng saat menggelar jumpa pers di kantornya di Jalan Pelita Raya Makassar, Minggu (22/11/2015) menegaskan bahwa dua oknum polisi yang menjadi tersangka dalam kasus kekerasan terhadap 9 orang jurnalis, yakni Brigadir Yuda dan Bripda Fadil belum juga diadili. Bahkan kasus ini semakin tidak jelas di tangan penyidik Polrestabes Makassar.

“ Karena itu, kami akan menemui Kapolda dan Kapolrestabes untuk meminta penjelasan kasus itu. Pasalnya sudah 1 tahun kasus ini belum ada penyelesaian. Bahkan tidak ada perkembangan,” ujar Fajriani.

Fajriani Langgeng menegaskan, lambannya penanganan kasus kekerasan jurnalis membuktikan jika aparat hukum tidak serius menuntaskan kasus ini. Karena itu langkah hukum LBH Pers bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar akan meminta penjelasan Kapolda Sulsel yang baru dan Kapolrsestabes yang baru penting untuk dilakukan agar tidak menimbulkan preseden buruk.

Sementara itu Ridwan Marzuki dari AJI Makassar menandaskan bahwa kekerasan terhadap jurnalis saat melakukan liputan yang terjadi setahun lalu itu menjadi catatan merah bagi aparat kepolisian yang tidak memahami kebebesan pers yang dilindungi oleh undang-undang.

“Kasus ini tidak boleh didiamkan, harus dituntaskan. Bahkan bisa menjadi pelajaran bagi aparat polisi yang lain untuk tidak lagi menghalangi para jurnalis saat melakukan liputan, ” tandas Ridwan.

Sekedar diketahui, pada tanggal 13 November 2014  silam, sejumlah jurnalis melakukan liputan aksi demonstrasi mahasiswa UNM yang berujung konflik antara mahasiswa dan polisi. Entah apa yang kemudian memicu, tiba-tiba saja sejumlah oknum polisi melancarkan serangan kepada sejumlah jurnalis yang sedang meliput peristiwa itu.Tercatat, ada 9 orang jurnalis yang menjadi korban penganiyaan oknum polisi saat itu, namun hanya 3 jurnalis yang memutuskan untuk melapor ke Polrestabes Makassar. (yd/bbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *