Lurah Sudiang Raya Makassar: Pola Blusukan Sosialisasikan MTR

Hj. Rosnah Basri, Bc.Uk
Hj. Rosnah Basri, Bc.Uk

Makassar.-  Wilayah luas serta warga yang padat mencapai 44 ribu jiwa, sehingga dalam menjangkau penghuni di pemukaman mereka, polablusukan turun langsung di tengah warga seringkali dilakukan.

       Termasuk dalam mensosialisasikan program pemerintah kota, Makassar Tidak Rantasa (MTR). Demikian ditegaskan Lurah Sudiang Raya,  Kecamatan Biringkanaya Makassar, Hj. Rosnah Basri, Bc.Uk, Sabtu 6 September 2014 di Makassar.

        “Salah satu media sangat efektif menyebarluaskan program pemerintah kota adalah pesta rakyat selama Agustus dan awal September 2014. Pada rentang waktu itu, sekingkali dalam semalam ada 6-5 titik pesta rakyat,  digelar pada tingkat RT atau komunitas,” tandas mantan Lurah Bontoala Makassar ini.

       Terkait program terbaru walikota MTR, mengingat wilayah kerja cukup luas, maka seluruh aparat kelurahan dibagi menjadi penanggungjawab pada 24 RW. “Pola demikian memudahkan melakukan kordinasi dengan ketua RW dan RT serta tokoh masyatkat, untuk selalu memperhatikan kebersihan, ketertiban dan ketenangan warga masyarakat,” tegas wanita kelahiran Bone 1958 ini.

       Pembagian tanggungjawab dalam menyukseskan MTR, menunjukkan informasi dan penyadaran warga  melakukan partisipasi menjaga dan merawat kebersihan lingkungan betul-betul  tersaji dengan baik, ungkap mantan staf bagian keuangan Pemkot Makassar ini.

      Mengatur dan memerintah warga tegasnya butuh ketegasan dan nyali kuat, ketika sejumlah warga hendak dipindahkan di atas trotoar stadion olaharaga.”Awalnya tantangan cukup besar, tetapi pola pendakatan blusukan dilakukan secara kontinyu, perlahan menyadarkan warga untuk pindah pada lokasi yang sudah ditentukan,” katanya.

        Menjadi lurah wanita di wilayah kerjanya berbatasan dengan Kabupaten Maros ini, membutuhkan nyali dan semangat tinggi. Pelayanan setiap hari banyak bersentuhan dengan transaksi penjualan tanah, katanya.

        Pada proses kerja itu, sangat membutuhkan ketelitian dan ketegasan untuk terus menjalankan amanah  sesuai regulasi dan aturan main yang ada. Berjalan dan bekerja pada jalur lurus dan benar, akan memberi rasa tenang, aman  dan damai  dalam menjalankan tugas, katanya.(ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *