Mahasiswa Pasca Unhas Studi Banding di Bantaeng

Logo_UnhasMahasiswa pasca sarjana program study Administrasi Pembangunan Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan study banding di Kabupaten Bantaeng.

Mahasiswa berjumlah 19 orang yang didampingi Dr Atta Irene Allorante, M.Si dan Dr Alwi,M.Si yang akan berada 3 hari di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar, ibukota Provinsi Sulsel itu diterima Wakil Bupati Bantaeng H Muhammad Yasin di ruang rapat Bupati Bantaeng, Selasa (17/12).

Wakil Bupati Muhammad Yasin dan Sekda Sudarni kemudian melakukan dialog dengan peserta study banding yang banyak mempertanyakan kiat membangun Bantaeng.

Mahasiswa juga menanyakan, kiat memenangkan Pilkada tanpa baliho hingga cara mendatangkan investor serta masalah disiplin pegawai dan sanksinya.

Wakil Bupati mengatakan, pembangunan dilakukan secara serentak setelah melalui perencanaan terpadu dari desa. ‘’Pak Bupati selalu mengatakan, kita membangun dari desa karena di desalah potensi sumber daya alam,’’ ujarnya.

Perencanaan tersebut disandingkan dengan perencanaan SKPD terkait. Dengan begitu, dana yang sedikit dapat digunakan sesuai peruntukannya.

Sekadar gambaran, APBD Bantaeng merupakan terkecil di Sulsel, namun kita mampu membangun karena ada kesungguhan dalam memanfaatkan dana.‘’Kita tidak membangun sesuai keinginan. Kami membangun sesuai kebutuhan. Itu juga karena pak Bupati sangat dengan dengan masyarakat sehingga denyut nadi masyarakat diketahui,’’ tambahnya.

Tentang pemenangan Pilkada tanpa baliho, Muhammad Yasin yang mantan Sekda itu mengatakan, selain tak ingin merusak keindahan kota akibat baliho seperti di daerah lainnya, juga karena kedekatan yang sudah terjalin.”Kami bahkan memperoleh dukungan partai tanpa mahar, padahal partai pendukung kami merupakan partai-partai besar,’’ urainya.

Sedang masuknya investasi antara lain karena pemberlakuan kebijakan Bupati yang memberikan pelayanan prima kepada investor. Pelayanan tersebut selain cepat, juga gratis.

Tentu saja ini berbeda dengan daerah lainnya. Namun, itulah yang kita lakukan. Kini sebanyak 7 investor menanam modal di bidang pengolahan hasil tambang.

Untuk mengantisipasi mega proyek tersebut, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah membangun Balai Latihan Kerja (BLK) bertaraf internasional.

Melalui lembaga ini, anak muda Bantaeng akan dilatih untuk mengambil bagian apenting dalam industri yang berlokasi di Kawasan Industri Bantaeng (KIBA) di Kecamatan Pa’jukukang.

Kecamatan ini merupakan kecamatan paling minus di Bantaeng. Tanahnya kering dana curah hujannya rendah. Meski begitu, Pemda telah mengantisipasi untuk kebutuhan industry, terutama listrik dan air, jelasnya.
Di bidang kesehatan, Pemda juga telah menyiapkan layanan prima Brigade Siaga Bencana (BSB) yang diperkuat 20 tenaga dokter dan 16 tenaga medis.

Melalui BSB, siapapun yang masuk ke Bantaeng akan memperoleh layanan bila terjadi sesuatu selama 24 jam. Layanan tersebut ditunjang ambulance yang didatangkan pak Bupati dari Jepang.

Khusus PNS yang dinilai melanggar, Sekda Sudarni mengatakan, pembinaan dilakukan berjenjang sesuai ketentuan. Dengan demikian bila ada yang melanggar disiplin akan dilihat sejauhmana pelanggarannya.
Demikian pula sanksinya, mulai dari sanksi tertulis hingga pemecatan, tegas Sudarni yang juga mantan Kepala Inspektorat Kabupaten Bantaeng.(hms).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *