Mahasiswa PMII se Indonesia PKL di Bantaeng

logo-pmiiRatusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) se Indonesia mengadakan pelatihan kader lanjut (PKL). Kegiatan bertema Merebut Kekuatan Ekonomi Menuju Kedaulatan Kepemimpinan Nasional tersebut dibuka Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di gedung Balai Kartini Bantaeng, Senin (16/12).

Ketua Umum Kordinator Cabang PMII Sulsel Ismail Mangngaga mengatakan, pelaksanaan PKL di Bantaeng merupakan hasil pleno pengurus dengan pertimbangan daerah ini semakin banyak dilirik.

Karena itu, topik sentral pembicaraan mulai dari kebersihan kota hingga pembangunan yang diharapkan dapat ditularkan ke daerah lain, terutama daerah peserta yang berasal dari Aceh, Kalimantan, Maluku, Sulawesi dan berbagai daerah lainnya di Indonesia.

Peserta PKL angkatan III ini, terang Ismail merupakan kader pilihan yang sudah mengikuti berbagai jenjang pelatihan. Seleksi peserta dilakukan karena peserta merupakan calon pemimpin masa depan bangsa.

Sekjen Pengurus Besar PMII A Jabidi Ritonga juga menilai kegiatanini menjadi momen untuk meningkatkan kapasitas dan integritas kader yang giat dilakukan organisasi kemahasiswaan, ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Pengurus Ikatan Alumni PMII yang juga mantan Ketua NU Dr HA Jamarro menjelaskan, PMII sebelumnya merupakan bagian dari NU (Nahdatul Ulama).

Hanya saja, ketika NU memilih menjadi Partai Politik pada 1975 yang bergabung dengan PPP, maka PMII memilih menjadi organisasi kemahasiswaan yang independen.

Itu karena kader PMII yang tersebar di beberapa organisasi politik. Kini sejumlah kader tersebut sudah mempunyai tempat yang baik seperti Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri Agama, dan banyak jabatan lainnya.

Ia mengingatkan, kebesaran sebuah organisasi ditentukan dimana alumninya berlabuh. Di Sulsel, kata Jamarro, kader PMII mencapai 50 ribuan orang.

‘’Kader-kader tersebut siap bersama-sama memberi dukungan Kepada Bupati Bantaeng untuk berjuang ke jenjang yang lebih luas,’’ tandas Ketua I IKA PMII itu.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyambut baik pemilihan wilayahnya menjadi tempat pelaksanaan PKL PMII. ‘’Begitu panitianya mengemukakan maksudnya, saya langsung mengatakan, ok. Kami siapkan fasilitas untuk para mahasiswa PMII,’’ tuturnya.

Ia kemudian mengemukakan kondisi Kabupaten Bantaeng sejak awal kepemimpinannya pada 2008. Daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar, ibukota Provinsi Sulsel ini termasuk salah satu kabupaten tertinggal di Indonesia.

Pada 2010, daerah berjuluk Butta Toa ini berhasil keluar dari predikat tersebut dengan pertumbuhan ekonomi yang signifikan dengan titik berat pengembangan pertanian dan infrastruktur.

Ke depan, Bantaeng masuk ke era industri, ditandai masuknya sejumlah investor menanamkan modalnya untuk pembangunan industri pengolahan bijih nikel dan bahan tambang lainnya.(hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *