Mahasiswa UIN Modifikasi Brownies Kantongi Rp30 Juta Sebulan

Rachmat Al Muarif meramu adonan Brownies di dapurnya (ist)
Rachmat Al Muarif meramu adonan Brownies di dapurnya (ist)

Makassar.-Kelezatan brownies pisang ternyata tidak hanya berhasil memikat lidah kebanyakan masyarakat. Makanan rumahan ini ternyata memberikan sejarah penting bagi Rachmat Al Muarif, mahasiswa Manajemen Ekonomi, Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar. Dalam sebulan, dia mengantongi omset Rp30 juta.

Kesuksesan yang diraih Rachmat Al Muarif membangun bisnisnya, bermula dari sebuah brosur berisi tata cara pembuatan kue Brownies moderen. Brosur tersebut memberinya inspirasi untuk memodifikasi makanan ala Amerika tersebut. Dengan kreativitas yang tinggi, tahun 2011 lalu, dia berhasil memadukannya menjadi salah satu makanan khas tradisional makassar, yakni Brownies pisang.

Mengapa Rachmat Al Muarif memilih pisang sebagai bahan dasar usaha Browniesnya? Tidak lain karena pisang yang melimpah di Kota Makassar demikian cocok dipadukan dengan jenis makanan lainnya. Sehingga memunculkan komitmennya menjadikan hasil kreativitasnya ini sebagai ikon makanan khas di daerah berjuluk Kota Daeng ini.

Berkat dorongan minat dan bakat bisnis, mulanya dia membuat brownies kukus biasa, kemudian dimodifikasi lagi menjadi brownies pisang, brownies rasa coklat, rasa strowberry, kaya, origional, pandan, kenari, fla keju, dan fla coklat. Usahanya ini mampu menarik simpati berbagai kalangan,mulai dari anak-anak, dewasa, hingga orang tua. Bahkan, kue hasil kreasinya bersaing dengan kue-kue moderen, atau browlies milik perusahan besar nasional sekalipun. Apalagi, dia tidak menggunakan bahan pengawet, sehingga rasanya pun natural.

Tidak kurang dua tahun, kue yang kini menjadi salah satu makanan khas, sekaligus dijadikan oleh-oleh Makassar ini menempatkan pria jomblo kelahiran Makassar, 4 Maret 1991 ini meraih sukses. Setiap hari, dibantu sejumlah karyawannya Rachmat Al Muarif yang menempatkan ustazd Jusuf Mansur sebagai tokoh idola itu menghasilkan 40 hingga 50 dos kue siap jual.

Sekalipun telah membuat kue Brownies di Jalan Manurukki 6 No 1 ini, namun Ipink, demikian panggilan akrabnya mengaku kesulitan membangun brand di masyarakat. Pasalnya, saat itu, sudah ada merk-merk tertentu yang sudah menguasai pasar. Tetapi, dia tidak berkecil hati. Dipikirannya ada media yang paling mudah diketahui masyarakat.

“Untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan usaha ini, saya memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi seperti Twitter, FB, brosur, serta sistem mobile stand place.Karena sifatnya yang massif, maka pesan yang disampaikan serentak bisa diketahui banyak kalangan. Hasilnyanya pun efektif, dengan rata-rata banyak yang penasaran, sehingga mencarinya,” tutur pehobi bola dan traveling ini kepada Din Pattisahusiwa di Ruko barunya, Jalan Hertasning No 116 depan kantor Wilayah PLN Sulselranbar, belum lama ini.

Kesuksesan membangun usaha ini tentunya tidak digapai dengan mudah. Finalis lomba wirausaha muda mandiri ini memulai dengan modal Rp1,5 juta yang dipinjam dari rekannya, ditambah simpanan yang diperoleh dari kejuaraan yang diikuti, seperti bola kaki serta futsal. Dana tersebut dipakai membeli bahan dan peralatan, selebihnya membuat spanduk.

Karena rasanya enak dan nikmat, banyak pelanggan yang menjadikannya sebagai oleh-oleh dari Kota Makassar. Kini, anak ketiga dari enam bersaudara pasangan Baharuddin AR dan Andi Rukmini AT ini kewalahan menerima pesanan dari berbagai kota di seluruh Indonesia. Ada dari Jakarta, Surabaya, Palembang, Palu, Kendari, Papua, Kalimantan dan daerah lainnya. Biasanya mereka memesan lewat Online. Khusus pelanggan luar daerah, biasanya mereka menyertai tambahan biaya pengiriman. Harga jual yang ditawarkan mulai Rp26.000 hingga Rp35.000. Dalam sebulan dia meraup omset Rp30 juta-an.

Sekalipun semakin, banyak pelanggan di luar Makassar, namun dirinya belum tertarik membuka cabang. Yang pasti, dari ketekunan dan pengalaman bakal mengantarnya menjadikan industri rumahan ini menjadi industri besar, serta mewujudkan impian go Internasional, utamanya Malaysia dan Singapura, pada tahun 2015 mendatang. (nyong)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *