Mahasiswa Universitas Sawerigading Pembekalan KKN

unsa--kkn 2015Makassar (rakyatbersatu.com) -Seratus mahasiswa Universitas Sawerigading (UNSA) Makassar, Sabtu 17 Oktober 2015 mengikuti pembekalan KKN di kampus Jl. Kandea Makassar.

       Selama ikut pembekalan para mahasiswa diberi materi  berupa, kesiapan program dan kegiatan selama berada di tengah masyarakat, dinamika sosial masyarakat serta penulisan laporan selama mengikuti program KKN.

       Demikian ditegaskan Ketua Panitia Pelaksana KKN  ke-18 UNSA 2015,  Siti Aminah Umar, ST, MT didampingi Sekretaris Panitia, Akhmad Syekhu, S.Pd, M.Si di kampus, Minggu, 18 Oktober 2015.

       Dijelaskan, pembekalan dibuka langsung Pembantu Rektor II UNSA, Drs.H.Muh Hasyim, SH, MH. Pada sambutannya ditekankan kepada mahasiswa senantiasa membuat program yang mampu direalisasikan di tengah masyarakat. Selain itu mahasiswa membawa nama lembaga harus senantiasa menjaga nama baik almamater, tegasnya.

Mahasiswa UNSA saat menerima pembekalan.
Mahasiswa UNSA saat menerima pembekalan.

Tampil membawakan materi, Pembantu Rektor II serta Pembantu Rektor III, Dr.Amran Syahruddin, SH, MH, MM.  Rencana peserta KKN itu akan dilepas  secara resmi ke lokasi pada Senin 19 Oktober 2015 di kampus UNSA. Tahun ini lokasi yang dipilih adalah Kota Makassar dengan fokus di Kecamatan Bontoala sekitar kampus.

         Pilihan pada lokasi itu, karena keinginan untuk semakin mendekatkan civitas akademik kampus dengan masyarakat di sekitarnya. Lokasi yang pernah jadi tempat KKN di antaranya; Takalar, Barru, Pangkep, Maros, Polman dan beberapa lokasi lainnya. tandas Aminah yang juga dekan fakultas tehnik Unsa ini.

         Sekretaris panitia KKN, Akhmad Syekhu menambahkan, selama mahasiswa berada di lokasi akan didampingi dosen pembimbing yakni; Surahchmi Inderawaty, Sulfiani, Abd Muin serta Asbullah Thamrin. Para dosen itu sudah punya pengalaman dan jam terbang yang tinggi dalam proses pembimbingan selama mahasiswa berinteraksi dengan masyarakat.

        Diakhir pelaksanaan KKN, mahasiswa diwajibkan membuat laporan pelaksanaan KKN, kemudian diseminarkan. Hasil rekomendasi dari seminar itu akan diserahkan kepada pemerintah setempat yang jadi lokasi pelaksanaan KKN, tegas mantan pegawai Kantor Gubernur Sulsel  ini beralih jadi dosen Kopertis IX Sulawesi ini. (yaya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *