Mamalukan! Banyak Dosen Suka Menciplak

Djoko Santoso (ist)
Djoko Santoso (ist)

Bandung (Rakyat Bersatu).-Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Djoko Santoso, menyatakan saat ini masih banyak dosen yang suka menyiplak dalam membuat karya ilmiah. Kasus plagiat atau copy paste ini dilakukan untuk mendapatkan sertifikasi dosen.

Menurut data Kemendikbus, pada tahun 2013 lalu, ada 808 kasus plagiat yang ditemukan.Kasus itu antara lain pemalsuan dokumen karya ilmiah, jurnal rakitan, jurnal bodong, artikel sisipan, label akreditasi palsu, nama pengarang sisipan, buku lama tapi sampul baru, dan nama pengarang yang berbeda.

Maraknya kasus plagiat ini semakin meningkat dikarenakan menjadi persyaratan untuk mengajukan sertifikasi para dosen dengan membuat karya ilmiah yang harus dipublikasikan melalui jurnal ilmiah, baik nasional maupun internasional. ” Kami sangat sayangkan ternyata banyak dosen mengambil cara pintas dengan melakukan plagiarisme,” tuturr Djoko Santoso.

Diakui Djoko, kasus plagiarisme bisa terungkap karena Kemendikbud mempunyai data lengkap karya ilmiah, makalah, dan jurnal ilmiah. Terlebih adanya sistem yang bisa mengetahui ada-tidaknya plagiarisme dalam suatu karya ilmiah. “Jadi, kalau ada yang copas, pasti ketahuan karena kita punya sistem bagus, “kata Djoko pada acara Pameran Elektronic Engineering Day ITB di Aula Barat Kampus ITB Bandung., Selasa (3/6/2014).

“Upaya kami mencegah hal tidak terjadi lagi sudah dilakukan, dengan mengimbau memberi peringatan kepada setiap perguruan tinggi maupun pihak univesritas agar tidak coba-coba melakukan tindakan yang memalukan itu, karena Kemendikbud pasti mengetahuinya, “tandasnya.

Untuk meretas masalah tersebut, Kemendikbud membuat persyaratan khusus bagi doktoral ditingkatkan standar nasional pendidikannya. Dicontohkan, para calon doktor tersebut harus menulis di jurnal internasional minimal dua kali. Selain itu, bagi mahasiswa S3 juga ada batas minimal dan tidak ada batas maksimal. Hal ini dimaksudkan agar riset yang dilakukan benar- benar maksimal dan tidak asal-asalan. (yd/bbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *