Masayu Anastasia pun Spot Jantung

Mengejar Setan 2013KENDATI tergolong wanita bernyali dan  pernah bermain  film bergenre horor tiga tahun silam, aktris Masayu Anastasia (29 th), tetap mengalami  spot jantung ketika membintangi film terbarunya “Mengejar Setan” (MS)  besutan Sutradara Nayato Fio Nauala.

“Walau dihari terakhir di Puncak – Bogor asisten saya  mengalami  kesurupan dan dalam melakoni adegan di rumah tua   jantung saya berulang-kali  rasanya mau copot alias spot jantung. Tapi sebagai pemeran utama wanita film produksi BIC production  ini saya sangat menikmatinya ,” papar Masayu Anastasia kepada RB.Com pada preview film MS di Planet Hollywood Jakarta, baru-baru ini.

Menurut ibu satu anak kelahiran Jakarta, 19 Januari 1984 ini yang  rumah-tangganya dengan Lembu Wiworo – vokalis band Club Eighties digunjingkan tengah bermasalah,  dirinya menikmati peran Tarina – istri Andika (diperankan Evan Sanders)  lantaran cerita film MS dekat dengan keseharian masyarakat luas.  “Inti cerita film MS  yang beredar di bioskop mulai 19 Desember ini sangat dekat dengan masyarakat kita dan mengisahkan hantu ibu Jamilah gentayangan lantaran kematian tak wajar dan dikubur di belakangan rumah tua.  Hal ini memudahkan saya menghayati dan menikmati betul peran Tarina. Apalagi, tanpa bumbu adegan seks seperti film horor kebanyakan,” tandas Masayu yang sebelumnya terlibat  dalam film horor betajuk “Pengantin Topeng” (2010) besutan sutradara Awi Suryadi itu.

Masayu 2Film MS berdurasi 86 menit dan juga dibintangi Cinta Dewi, Munajat Raditya, Yafi Tesa, Ivan Leonardy – kisahnya dibuka dengan keputusan  Andika dan Tarina memutuskan untuk menetap di Bandung pasca  kecelakaan yang nyaris merenggut nyawa keduanya. Suami-istri ini sepakat membeli rumah tua dan besar dengan harga murah dari  Lukman  – sang pemilik.

Andika tidak  menyadari rumah tersebut dijual lantaran ada  hantu Jamilah masih gentayangan dan menteror siapa saja yang menghuninya.  Dia  menuntut balas atas ketidakadilan  yang dialami selama masa hidupnya. Sampai pada akhirnya sosok hantu tersebut merasuki Tarina.

Karena ulah hantu Jamilah kian beringas, Tarina meminta pertolongan  paranormal pak Broto, atas direkomendasikan sahabatnya yang  sempat mendapatkan teror saat berkunjung ke rumah itu.

Maka terungkaplah  suatu misteri terselubung dimana jasad ibu Jamilah korban pembunuhan dikubur  dan secara tak wajar di halaman belakang.

Diakhir cerita diketahui  pula Alia gacis kecil – anak Tarina dan Andika yang selalu bersama mereka ternyata hanyalah khayalan Tarina. Dia  belum bisa menerima kenyataan, Alia tewas dalam kecelakaan lalu lintas sebelum mereka pindah ke Bandung.* (naskah dan foto – ata)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *