Mendiknas yang Berwenang Pecat Prof Musakkir

 Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu (fajar)
Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu (fajar)

Makassar.- Nasib Prof Musakkir dan Ismail Alrif, SH MKN dosen Fakultas Hukum Unhas sekaitan statusnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) merupakan kewenangan dari Mendiknas. Keputusan apakah dia dipecat, pun tergantung dari keputusan hukum tetap dari pengadilan yang menyidangkan kasus kedua tersangka tersebut.

Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu kepada wartawan di Makassar, Senin, 17 November 2014 mengatakan sampai saat ini pihaknya menunggu ketetapan hukum tetap bagi dua dosen Unhas yang terjerat kasus dugaan penyalagunaan narkoba tersebut.

Diakui Prof Dwia bahwa pihak Unhas telah mengambil langkah penting dengan melakukan rapat senat untuk memberhentikan sementara keduanya dari tugasnya dan mengangkat Wakil Rektor I sebagai pelaksana tugas sementara. Adapun dasar dari keputusan itu mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 Tahun 1966 tentang pemberhentian sementara PNS.

Ditegaskan Prof Dwia, pihaknya tidak berwenang memberhentikan kedua dosen Unhas tersebut karena itu merupakan kewenangan Menteri Pendidikan.

“Yang jelas, proses internal dengan sidang dewan etik telah dilakukan dan setelah mendapat telepon dari Kapolretabes jika tes urine keduanya mengandung obat-obat terlarang, maka sudah dibebastugaskan sebagai pengajar maupun dari jabatan yang dipegangnya,” kata Dwia.

Menantu Wapres HM Jusuf Kalla ini kembali menegaskan bahwa pihak Unhas sangat tegas terhadap siapapun yang terkait dengan narkoba. Apalagi Unhas sudah melakukan kerjasama dengan BNN sejak 2010. “Kami bertekad kampus Unhas merupakan ara bebas narkoba,”tandasnya.

Seperti diketahui kasus yang menimpa mantan Wakil Rektor III Unhas ini bermula saat Satuan khusus Nasrkoba Polrestabes Makassar melakukan penggrebekan di Hotek Grand Malibu Makassar pada Jumat 14 November 2014 lalu. Dalam penggrebekan polisi menciduk 6 orang termasuk seorang mahasiswi bernama Nilam serta mengamankan barang bukti berupa sabu dan alat hisapnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolrestabes Makassar, termasuk memeriksa urine, pihak penyidik menyatakan ke 6 orang yang diciduk itu positif menggunakan narkoba. Status mereka oun sudah dinaikkan menjadi tersangka. (yd/bbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *